Category Archives: Musik

Growing old gracefully, maunya

Ada beberapa pilihan untuk menjadi tua semacam apa. Saya sendiri sih belum merasa tua ya, tapi untuk sebagian orang sepertinya memang ada godaan-godaan tak tertahankan (*sticker WA ‘Gak Sanggup’) untuk meromantisir umur, bikin tafsiran-tafsiran aduhai atas pencapaian-pencapaian di belakang sekaligus rencana-rencana hari esok yang lebih gemilang. Buset dah. Sangat bisa dimengerti memang, Continue reading

(hiburan² kala itu)

di masa-masa nggak keruan seperti sekarang ini, kepala saya sering otomatis memasok ingatan-ingatan personal yang bisa dibilang ehmm apa ya, manis (? hangat?) buat saya, semacam penghiburan bawah sadar kali ya, dan itu kebanyakan datang dari masa-masa di era ’90an. mungkin lebih tepatnya pertengahan dekade itu, Continue reading

Satisfeksyong!

 

Apa yang bikin sebuah cover version menjadi sebuah cover version yang bagus? Jawaban malas paling praktis adalah: entahlah, seperti alam semesta, musik bekerja dengan cara misterius, nggak ketebak, bola itu bundar, tak terukur, dsb., dst. Sudah banyak teori atau artikel ditulis mengenai resep-resep agar cover version itu ‘berhasil’, seperti sebaiknya ada unsur “pemaknaan baru”, “harus terdengar sangat kamu”, Continue reading

Bersatulah Kaum Kera Seantero Jagat

Dari baca-baca National Geographic saya baru tahu ada yang namanya International Monkey Day alias Hari Munyuk Sedunia dan itu jatuh pada hari ini, 14 Desember. Sebagai primata eh maksud saya pria matang (primatang!) bershio Monyet saya hapal banyak trivia facts soal munyuk, tapi sudahlah, buat apa pamer hal-hal unfaedah seperti itu. Saya juga bisa dengan cepat menyebutkan ehmm, sekian puluh album musik bersampul monyet, bahkan sekian ratus (lebay) lagu bertema monyet, Continue reading

Gundala oh Gundala

*mungkin mengandung spoiler

Persis di hari Friday the 13th kemarin di mana bulan purnama lagi bulat-bulatnya saya malah teringat kembali tokoh Ghazul di film Gundala-nya Joko Anwar (2019), diperankan oleh the one and only Ario Bayu. Menurut saya Ario Bayu adalah salah satu aktor terbaik Indonesia dengan jatah-jatah peran yang kerapkali memble, tapi begitu dia dapet karakter yang pas, Continue reading

Iringi Deru Mesin-mesin, Iringi Tangis yang Kemarin


Kalau ada semacam daftar “lagu-lagu yang dibawakan sejelek apapun tetap masih lumayan” menurut saya lagu ini harus masuk, bahkan kalau perlu di posisi teratas. Saya pernah beberapa kali merekam di handphone lama saya, lagu “Terminal” dicover oleh para pengamen di atas bis kota, di depan lampu merah perempatan, di angkringan, stasiun sepur, dan ya, tentunya di terminal; nggak ada satu pun yang gagal bikin saya merinding. Termasuk yang paling baru, Continue reading

Yang Dulu Damai dan Tak Gersang

Pada sekitar pertengahan dekade ‘80an, perawakan dan tangan saya sudah cukup besar untuk bisa memegang sapu lidi sendiri dan tugas harian saya adalah sore-sore menyapu halaman rumah, yang seingat saya cukup luas waktu itu, dipenuhi pohon mangga, jambu, dan nangka. Dua kakak saya tugasnya mengepel lantai dan menimba air sumur untuk mengisi bak mandi. Saya lebih memilih nyapu latar karena menurut saya itu lebih praktis, Continue reading