Category Archives: Film

Ali Bomaye!

Yuhuu, pernah ada lho satu masa di mana vinyl bisa diputar di mobil! Plat 7” doang sih tapi, jadi bayangkan gimana ribetnya sambil nyetir harus mengganti-ganti plat yang cuma isi 1-2 lagu. Muhammad Ali pernah punya  Continue reading

twin peaks

pernah satu sore waktu masih sd dia jatuh dari sepeda dan karena ke rs agak gimana gitu untuk urusan kaki keseleo jadi dibawalah dia naik motor sama bapaknya ke tetangga misterius di pinggir desa sebelah sungai yang konon bisa mijet. selepas isya mereka sudah mengetuk pintu  Continue reading

RIP Margot & Margono

Saya ingat Margot Kidder dari film Superman IV (1987) yang saya tonton di bioskop dekat rumah waktu SD, dimana si Manusia Baja harus kepayahan melawan si Manusia Nuklir; sementara Margono alias Gogon pastinya saya ingat dari gaya berdiri ‘sedhakep’-nya yang khas dan bikin gemes pengen njenggit jambulnya. Kumis Gogon tentu saja diilhami dari kumis ‘sapu ijuk’ Chaplin,  Continue reading

Lagu Nostalgila Gebrak-gebrak Meja

Dua hal yang paling saya ingat dari cerita-cerita kakak saya tentang kampusnya di Bandung awal dekade ’90an, yang diulang-ulang tiap kali dia pulang kampung ke rumah kami di pelosok Jateng adalah: kaos kaki murah (“Ada pasar kaget tiap Jumat, kaos kaki di situ harganya cuma Rp 500!”), dan bioskop kampus (“Ada meja di tiap kursi penontonnya!”). Ketika itu saya masih SMP, dan selain bahwa kaos kaki di sekolah hanya boleh warna putih polos, atau hitam polos di saat kegiatan Pramuka, agak sulit bagi saya membayangkan apa serunya nonton film di bioskop pakai meja? Saya melanjutkan SMA di kotamadya Solo, dan karena saya sudah berani naik bus malam antarprovinsi sendirian ke Bandung,  Continue reading

>> Mana Tau Mau Klik :) .02

Budi started collecting or, as he prefers to call it, “archiving” old Indonesian music on vinyl records after he graduated high school and moved to Bandung to go to college.

“The first plat [vinyl record] I bought was a 12-inch album by Oslan Husein called ‘Hanja Ada Satu.’ At that time, it only cost me Rp 10,000 [70 cents],” Budi said.

Continue reading