Tag Archives: kaset

Oops! …Kok Ngene Meneh?

KasetBritney_Oops

Suka atau tidak, musik dekade ’90an dibuka oleh Nirvana (atau Vanilla Ice, tergantung selera Anda) dan ironisnya, ditutup oleh Britney Spears. Album debut Britney …Baby One More Time (1999) sudah terjual puluhan juta copies hingga hari ini. Saya inget betul ekspresi mukanya yang polos-polos gimana gitu di videoklipnya—thanks to MTV Asia via ANteve—dimana ia tampil sebagai gadis SMA baik-baik kepang dua, yang sekaligus sok rebel dengan ujung kemeja diiket di atas pusar dan rok sepaha melambai-lambai sentosa, kaos kaki menjulang sampai lutut (menginspirasi Cinta dkk di AAdC?), menunggu-nunggu bel sekolah berdering sambil berfantasi hura-hura joget di lapangan basket. Lirik “..my loneliness / is killing me..” (dengan pelafalan kenes pada suku kata “-ness”) seperti hendak membuktikan bahwa kesepian adalah memang musuh abadi manusia, Continue reading

Kebun Binatang Blur: Jazz, Punk, Waltz, etc

Blur_Beard_GotYer_AnniversaryWaltz

Sepengamatan saya, Blur selalu menyelipkan setidaknya satu track bernuansa punk di setiap album mereka (kecuali mungkin di debut album Leisure, yang lebih kental aura baggy), mulai dari porsi sayup-sayup seperti “Advert” di album Modern Life Is Rubbish, hingga yang lebih kentara semacam “Bank Holiday” di Parklife, “Globe Alone” di The Great Escape, “Chinese Bombs” (ini favorit saya!) di Blur, “B.L.U.R.E.M.I.” di 13, dan “We’ve Got A File On You” di Think Tank. Sebenarnya ini bisa dimengerti karena di awal karier mereka sebelum rekaman, Continue reading

#np Blur – “The Universal”

CassingleBlurTheUniversal
[kaset single Blur “The Universal” TCFOOD 69, Food/Parlophone, UK, 1996]

Konon salah satu lagu Blur paling populer ini dulunya hampir menjadi sebuah lagu ska, saat para personelnya sudah hampir putus asa memikirkan harus bagaimana lagi mengaransemennya, hingga akhirnya Damon datang dengan ide intro string section yang brilian itu. Meski Justine Frischmann terkenal sangat membenci lagu ini dengan menyebutnya “desperately bad on every level, personally“, harus diakui bahwa sihir “The Universal” justru terletak pada struktur lagunya, pada grafik emosinya, pada lapis-lapis sound-nya; dengan kata lain, ciamik “justru pada setiap levelnya”. Semua itu dibangun lewat pemilihan tempo lagu yang sangat terukur naik turunnya (oh dinamika!) dan Continue reading

Apa Album Pertama
yang Kamu Beli?

Album-album-Pertama!

Record stores keep the human social contact alive. It brings people together.” —Ziggy Marley

Untuk meramaikan Record Store Day yang dirayakan seluruh dunia setiap Sabtu ketiga di bulan April tiap tahunnya, saya mewawancarai beberapa teman untuk berbagi cerita tentang rilisan fisik pertama yang mereka beli. Beberapa saya todong langsung saat bertemu, beberapa berkorespondensi via email, dan beberapa lainnya tidak (atau belum) menjawab. Awalnya saya hanya iseng bertanya ke 10 responden, hingga akhirnya membludak menjadi hampir 50 orang. Rentang usia mereka tersebar dari 23-68 tahun, yang memang sempat mengalami kejayaan rilisan fisik sebelum masuk era digital. Continue reading