Salah Format?

Versi kaset dari album legendaris Iis Sugianto, Salah Tingkah (1978) ini menyertakan dua track yang tidak termuat di versi platnya,yaitu “Dewi Mawar” (cipt. Ruddy Gagola, yang juga bermain bass & gitar dan menjadi music director di album ini) dan “Cinta Buta” (cipt. Benny G). Album ini dibuat ketika Iis Sugianto masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA di Bulungan. Eh ternyata ada tanda tanya di judul albumnya! Di era itu, akhir ‘70an awal ‘80an, format kaset memang sudah semakin populer dan secara durasi bahkan sudah menjadi acuan dasar bagi musisi saat masuk studio untuk menghitung berapa lagu yang mau direkam dan sanggup termuat di albumnya. Sementara itu di saat bersamaan format piringan hitam masih tetap diproduksi—baik sebagai ‘hanya’ rilisan promo radio tanpa sampul maupun sebagai album bersampul resmi—meski sudah tidak semassal dekade sebelumnya. Selisih durasi yang cukup signifikan antara format kaset dan plat ini membuat siapapun yang merasa dirinya seorang penggemar kaffah atau setidaknya para completists ‘terpaksa’ berburu format kaset juga; terutama untuk album-album monumental di era itu, seperti Mencari Tuhan-nya Kelompok Kampungan (ada lagu sangar berdurasi hampir sepuluh menit “Berkata Indonesia dari Yogyakarta” di versi kaset yang tidak termuat di versi platnya), Sengketa Keraton Demak-nya Johnny Alexander (meski saya menduga album ini sebetulnya secara konsep lebih ‘dirancang’ untuk format plat ketimbang kaset), Langkah Pertama-nya Igor Tamerlan (versi kaset menyertakan sleeve berisi lirik dan foto-foto si multiinstrumentalist nyentrik itu di studio), dan tentu saja album ajaib INPRES 1/V/‘80 yang selisih jumlah lagu di kasetnya bahkan sampai 5 track lebih banyak daripada versi plat promo radionya!

___

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *