Saya suka majalah MOJO. Dulu saya sering beli eceran, baik edisi baru maupun back issues, atau nitip ke siapapun teman/kerabat yang sedang bepergian keluar negeri, sampai akhirnya saya memilih untuk berlangganan saja sejak beberapa tahun terakhir ini, dari sebuah cabang sebuah toko buku impor di Indonesia. Dari semua majalah musik luar yang pernah saya baca, rasanya MOJO masih paling favorit selain The Wire yang aneh, Paste edisi awal yang sok asik (untunglah memang sempat lumayan asik), dan Select yang sayangnya sudah lama almarhum. UNCUT dan Q hanya sesekali saya beli dari tukang majalah langganan jika cover story-nya tampak menarik. Bagi saya, mereka tetap tidak pernah seseru MOJO. Ketika rekan-rekannya mulai rontok dan gulung tikar, majalah MOJO masih gagah berdiri hingga hari ini, dan terus saja cuek mengangkat nama-nama lawas dengan kendablegan hakiki khas fans sejati dan kecepatan yang mengagumkan. Seperti ini misalnya, MOJO terbaru edisi March 2018, dari Inggris sudah ada di tangan saya di Bandung, tadi malam. Padahal sekarang masih bulan Januari. Belakangan saya amati jumlah halaman memang kian menipis, tapi setidaknya mereka tetap ngotot. Edisi ini mengangkat cover story soal Nick Drake, menyambut ulang tahun ke-70 dia, yang sebetulnya masih agak nanti jatuhnya, Juni 2018. Ya ampun, santai keles. Kisah-kisah sepanjang 17 halaman ini bisa jadi sudah dihapal di luar kepala oleh para penggemar berat Nick Drake, tapi tulisan-tulisan seperti “the stories behind the songs” tetaplah menarik untuk disimak, termasuk kesaksian “The Nick Drake I Knew”, salah satunya oleh Richard Thompson, rekan sejawat Nick Drake di scene kala itu, mengenang bagaimana dia dulu terkesima saat pertama kali mendengar utuh album Pink Moon diputar di studio. Seperti biasa, ada bonus CD, kali ini berisi cover version lagu-lagu Nick Drake; salah satunya oleh Vashti Bunyan—-yang oleh produser Joe Boyd pernah dibayangkan bakal paling cocok berduet dengan Nick Drake di masa hidupnya. Kolaborasi idaman itu tentu tak pernah terjadi, tapi setidaknya dari track “The Thoughts of Mary Jane” di CD kompilasi Green Leaves: Nick Drake Covered ini kita bisa sedikit berkhayal seperti apa kolaborasi itu kalau beneran terjadi. Di situ Vashti diiringi oleh gitaris asal Skotlandia bernama Gareth Dickson. Interpretasi lain, seperti “River Man” oleh Field Music misalnya, juga menarik. Apakah kawan-kawan penggemar Nick Drake seperti kurator musik Dimas Ario dan musisi Oscar Lolang sudah beli majalah MOJO edisi istimewa ini?
___
Buku biografi Nick Drake edisi terjemahan bahasa Indonesia bisa dibeli di toko buku Kineruku. Pernah didiskusikan juga di sana.