under the Blur way

Ketika Blur manggung di Jakarta pada pertengahan 2013, saya ingat di lagu ke-16 ketika Damon sedang bermain piano tiba-tiba dia menoleh ke samping ke arah penonton, lalu senyum nyengir dengan gigi emasnya. Saya menduga itu karena dia senang lagu terbaru Blur yang sedang mereka mainkan, 

Kebun Binatang Blur: Jazz, Punk, Waltz, etc

Sepengamatan saya, Blur selalu menyelipkan setidaknya satu track bernuansa punk di setiap album mereka (kecuali mungkin di debut album Leisure, yang lebih kental aura baggy), mulai dari porsi sayup-sayup seperti “Advert” di album Modern Life Is Rubbish, hingga yang lebih kentara semacam “Bank Holiday” di Parklife, “Globe Alone” di The Great Escape, “Chinese Bombs” (ini […]

#np Blur – “The Universal”

[kaset single Blur “The Universal” TCFOOD 69, Food/Parlophone, UK, 1996] Konon salah satu lagu Blur paling populer ini dulunya hampir menjadi sebuah lagu ska, saat para personelnya sudah hampir putus asa memikirkan harus bagaimana lagi mengaransemennya, hingga akhirnya Damon datang dengan ide intro string section yang brilian itu. Meski Justine Frischmann terkenal sangat membenci lagu […]

Growing old gracefully, maunya

Ada beberapa pilihan untuk menjadi tua semacam apa. Saya sendiri belum merasa tua, tapi untuk sebagian orang sepertinya ada godaan-godaan tak tertahankan (*sticker WA ‘Gak Sanggup’) untuk meromantisir umur, bikin tafsiran-tafsiran aduhai atas pencapaian-pencapaian di belakang sekaligus rencana-rencana hari esok yang lebih gemilang. Buset dah. Bisa dimengerti memang,

Apakah Dia Memikirkan Mobil?

Rekomendasi terkocak yang pernah saya dapatkan di toko musik adalah dari mas-mas penjaga toko kaset di sekitaran Singosaren, Solo, pada akhir 1997, “Oh, suka The Great Escape-nya Blur? Berarti harus dengerin kaset ini…” 

Res volans ignota

Cerpen ke-12 di buku Muslihat Musang Emas (2017), “Bangsawan Deli dan Delia”, menurut saya memang terlihat sengaja mencampurkan fakta dan fiksi, sebuah teknik kreasi yang tujuannya cukup benderang yakni menulis kisah yang meyakinkan pembaca dan syukur-syukur berterima. Caranya antara lain dengan membubuhkan penanda waktu di awal cerpen, “—Jakarta, 1950”,

Coffee + TV x – Offender = ?

Dari baca-baca lagi buku harian 1999-2000 yang beberapa halamannya sudah dimakan rayap tempo hari dia jadi ingat lagi bagaimana single pertama Blur dari album terbaru (saat itu),