Tag Archives: blur

April Mop

Tiap kali momen April Mop datang, saya selalu teringat lagu Blur “Fool’s Day”. Dirilis pertama kali di Record Store Day UK pada pertengahan April 2010, “Fool’s Day” adalah lagu Blur dalam formasi lengkap (kembali berempat) yang pertama setelah mereka terakhir rekaman 2003, Continue reading

Kebun Binatang Blur: Jazz, Punk, Waltz, etc

Blur_Beard_GotYer_AnniversaryWaltz

Sepengamatan saya, Blur selalu menyelipkan setidaknya satu track bernuansa punk di setiap album mereka (kecuali mungkin di debut album Leisure, yang lebih kental aura baggy), mulai dari porsi sayup-sayup seperti “Advert” di album Modern Life Is Rubbish, hingga yang lebih kentara semacam “Bank Holiday” di Parklife, “Globe Alone” di The Great Escape, “Chinese Bombs” (ini favorit saya!) di Blur, “B.L.U.R.E.M.I.” di 13, dan “We’ve Got A File On You” di Think Tank. Sebenarnya ini bisa dimengerti karena di awal karier mereka sebelum rekaman, Continue reading

#np Blur – “The Universal”

CassingleBlurTheUniversal
[kaset single Blur “The Universal” TCFOOD 69, Food/Parlophone, UK, 1996]

Konon salah satu lagu Blur paling populer ini dulunya hampir menjadi sebuah lagu ska, saat para personelnya sudah hampir putus asa memikirkan harus bagaimana lagi mengaransemennya, hingga akhirnya Damon datang dengan ide intro string section yang brilian itu. Meski Justine Frischmann terkenal sangat membenci lagu ini dengan menyebutnya “desperately bad on every level, personally“, harus diakui bahwa sihir “The Universal” justru terletak pada struktur lagunya, pada grafik emosinya, pada lapis-lapis sound-nya; dengan kata lain, ciamik “justru pada setiap levelnya”. Semua itu dibangun lewat pemilihan tempo lagu yang sangat terukur naik turunnya (oh dinamika!) dan Continue reading

Kopi, TV, Popularitas

blur-coffee-and-tv

“Y’know, one time coffee was believed to be the drink of the devil. When Pope Vincent III heard about this, he decided to taste the drink before banning it. In fact, he enjoyed coffee so much, he wound up baptising it, stating ‘coffee is so delicious, it would be a pity to let the infidels have exclusive use of it’. I also feel that way about coffee. And about TV. And … about Blur.”

—Bob Dylan, memperkenalkan “Coffee & TV” di acara radionya pada tahun 2006

Sebuah kotak susu berjalan di tengah keramaian kota. Di badannya menempel selembar foto anak hilang. Susah payah ditembusnya segala rintangan perjalanan itu: jalan raya yang penuh mobil, orang-orang berlalu lalang, risiko terlindas dan terinjak. Bagaimanapun, si anak hilang harus segera ditemukan. Di rumahnya telah menunggu dengan cemas sepasang orang tua—muka mereka murung. Continue reading