Rani Lima Folk – Mimpi Dalam Khayal

September 16th, 2014 | 10

RaniLima_Kaset

Kaset Hari Ini, Day #16:
Rani Lima Folk – Mimpi Dalam Khayal
[Yulia L.L. Recording, 1980]

Ini adalah salah satu album underrated terbaik di gelombang folk Indonesia paruh kedua dekade ’70-an hingga awal ’80-an. Kaset ini saya temukan teronggok di pojok toko kaset bekas di dekat tempat tinggal saya di Bandung—saya comot dari sudut rak hanya semata-mata karena ada nama ‘Rani’ di sampulnya, mirip perempuan yang saya cintai, dan firasat saya mengatakan sesuatu. Penjaga tokonya yang cukup woles dan suka nyetel film India untuk membunuh waktu tentunya kurang paham seperti apa musiknya, jadi dia izinkan kaset itu dicoba terlebih dahulu sebelum saya beli. Ampli dan speaker toko kaset pasti punya kelasnya sendiri, tapi sepuluh detik pertama tetap tak bisa bohong, dan dari situ saja—intro track pertama, “Kapankah Kau Bicara” yang membuai dengan petikan gitar syahdu ditimpali keyboard manis—saya langsung tahu pilihan saya tidak keliru. Dan ketika masuk harmonisasi vokalnya di detik tigapuluh sekian, bergantian laki perempuan, oh shoot. Bayangkan Franky & Jane dalam versi lebih kalem dan bersahaja, dengan lirik-lirik abstrak di ambang batas antara bersedih dan berharap, antara khayalan dan kenyataan, tanpa pernah terlalu jelas di mana mereka seharusnya berada. Hasilnya tak segenit Sahilatua bersaudara, dan karena itu duo Gaguk dan Maharani ini jauh lebih membius, lebih cool, melenakan. Saya jarang mendapati album semenyentuh ini, justru karena keremangannya yang sayup-sayup, segala nuansa yang tipis-tipis itu, menggugah karena semuanya abu-abu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, album ini ternyata ada versi piringan hitamnya! Sampul platnya menampilkan foto mereka berdua dalam ukuran lebih besar dan jelas: si lelaki tertawa dengan mata teduh, di sebelahnya si perempuan duduk memeluk lutut, dengan warna senja pias di belakangnya. Plat itu rilisan label rekaman Malaysia (Nadira/IMI SFLP-6005) dan diedarkan oleh distributor Singapura, dan seperti memang sudah berjodoh, saya tak sengaja menemukannya di pedagang langganan saya di Jakarta beberapa bulan kemudian. Saya bisa saja pasang muka lempeng demi harga yang lebih murah, tapi waktu itu saya benar-benar gagal menyembunyikan ekspresi kegirangan saya. Setelah sesi tawar-menawar yang cukup alot, termasuk membual “Gue yakin nggak bakalan ada yang mau beli plat ini kecuali gue, bro!”, akhirnya plat obscure itu berhasil saya bawa pulang dengan harga 10 kali lipat dari harga kasetnya. Worth every penny, though. Saya ingat betul, plat ini kemudian sengaja saya putar pagi-pagi di hari perkawinan saya, di dalam ruangan bersama Dimas, kawan baik sekaligus best man saya, sebelum berangkat menemui Rani untuk “mengikat janji/ janji setia/ setia abadi” (dari lagu Chrisye tentunya)—hanya karena aura album Rani Lima Folk ini sangat menenangkan. Jelas saya butuh tampil tenang di hari penting itu, setelah hari-hari persiapan yang menguras stamina dan emosi. Di depan cermin, Dimas membetulkan letak bunga di jas putih saya, tersenyum mengangguk sambil menepuk bahu saya, semuanya akan baik-baik saja. Salah satu panitia, yang semuanya adalah teman-teman dekat saya dan Rani, mengetuk pintu memberi kode bahwa saatnya telah tiba. Jarum turntable saya angkat tepat di akhir side A tapi suara-suara sejuk itu tetap berkumandang di kepala. Sambil mengencangkan tali sepatu saya diam-diam berdoa, dan setelah menghela nafas saya tahu semua memang akan baik-baik saja. Saya melangkah keluar ruangan, juru kamera foto dan video merekam segala binar mata dan senyum lebar itu, and as cliche as it sounds, itu adalah salah satu hari paling indah dalam hidup saya, bagaikan mimpi dalam khayal. Even the title says so! Di pertarungan daftar the greatest albums of all time versi saya yang tak kunjung final, album Mimpi Dalam Khayal ini masih betah bercokol di klasemen lima besar.

(((STREAMING)))
Rani Lima Folk – “Kapankah Kau Bicara”

[BW]
#KasetHariIni

10 Responses to Rani Lima Folk – Mimpi Dalam Khayal"

  • yuta says:

    seumur2 hunting n ngoleksi kaset baru kali ini lihat kaset rani lima folk, dibahas pula. lumayan nambah ilmu buat hunting kaset berikutnya. ada rilisan lainkah mereka ini bro?

  • Gaguk W. Diyant says:

    thanks atas perhatiannya..itu adalah album kedua kami (yg pertama pakai lable Franco Berni Folk Album/ Bencana)untuk album selanjutnya adalah album Maharani Khahar solo album/ Desember Kelabu, sy hanya menyumbang 1 lagu ” Musim Petik” pada album itu dan selanjutnya hanya dibalik layar aja.

    • Budi Warsito says:

      Aduh, Pak Gaguk sendiri sampai berkunjung dan berkomentar! Saya ini penggemar! 🙂 Beberapa rilisan Pak Gaguk dkk saya kumpulkan sedikit demi sedikit tanpa ada referensi sedikit pun yg bisa membantu. Terima kasih informasinya, Pak. Franco Bernie Folk Album yg memuat lagu “Bencana” itu ada di album berjudul Pengungsi kan ya? Saya mengoleksi kasetnya beberapa, setiap nemu pasti dibeli. Kalau album Franco Bernie yg Tataplah Dalam-dalam saya baru menemukannya satu kali. Bahkan album solo Maharani Kahar yg Desember Kelabu itu saya juga mengoleksi platnya, terus terang hanya karena melihat ada nama Pak Gaguk di situ, di satu track berjudul “Musim Petik” tersebut. Ternyata benar, itu Pak Gaguk yang sama. Jika berkenan silakan tengok tautan ini dan tautan ini Pak. 🙂

  • Gaguk W. Diyant says:

    Betul Mas Budi, ada di album Pengungsi, cuma sayangnya sy sendiri sdh nggak punya albumnya, hilang termasuk juga yang Tataplah Dalam-Dalam yg kami buat khusus u/ keperluan pemasaran di Suriname. Selanjutnya setelah itu albumnya Lies Maharani(sebelum berganti nama menjadi Maharani Khahar) yg sy buat semua lagunya. Lagu Kapankah Kau Bicara juga masuk dalam album Kompilasi Sound Track Filmnya Widiawati (Tinggal Landas Buat Kekasih). Khusus Album Franco Bernie kami tergabung atas anak-2 Arsitektur Angkatan 74 ITS Surabaya, yg sekarang waktunya banyak kami luangkan di website Ars 9 ITS : itscomma9.com / dan apabila diperlukan informasi yang lebih banyak bs Email. Bravo…karena masih ada yang peduli dengan kami dan mudah-2an bisa dilanjutkan cita cita kami.

  • Gaguk W. Diyant says:

    ok.

  • andre says:

    terima kasih mas Budi utk artikelnya,saya asli Bandung tp sekarang menetap di sydney,kebetulan saya menyukai suara nya Rani itu,terutama di lagu Bila Kau Tiba dan Nafas itu Aku pada album Rani Lima,salam dari jauh mas dan juga mas Gaguk dan salam juga buat maharani

  • andre gunawan says:

    HAllo Mas caguk,
    saya lagi memutar lagu Adakah Hijau Di Padang Tandus,jadi ingat lagi ke mas,apa kabar mas semoga sehat selalu dan sukses ya..
    salam hormat dari jauh dan kalau ada no hp atau emailnya mas,boleh kirim biar saya bisa kontak lebih lanjut lagi dan siapa tahu mas ada jalan2 ke sydney.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *