X dan/atau XXX…

March 7th, 2008 » 2

.

jenna

‘G’ means the hero gets the girl,
‘R’ means the villain gets the girl,
and ‘X’ means everyone gets the girl
.
—sebuah lelucon lama

Barangkali banyak di antara kita yang tak paham (dan tak peduli) apa bedanya rating G, PG-13, NC-17, R, dan sebagainya. Tapi rasanya kita punya bayangan serupa mengapa sebuah film dicap huruf X atau kelipatannya. Adegan polisi Detroit sekarat diberondong senapan penjahat atau Arnold Schwarzenegger kebingungan dikejar-kejar tentara di Planet Mars mungkin luput dari ingatan kita, tapi siapa yang bisa melupakan cara Sharon Stone menyilangkan kaki dan sekelebat kita tahu tak ada celana dalam di balik rok mininya? Sama-sama ditasbihkan lembaga rating MPAA sebagai ‘X-rated film’, aksi ranjang di Basic Instinct rasanya lebih sah di persepsi kita ketimbang aksi kekerasan di RoboCop atau Total Recall. » Read the rest of this entry «

Stroszek

February 21st, 2008 » 0

.

stroszek!

Berbekal glockenspiel dan akordeon plus pengalaman dua tahun di penjara karena alkohol, seorang penyanyi jalanan Berlin yang eksentrik mengajak seorang pelacur meninggalkan negerinya yang kaku demi menuju tanah pengharapan, Amerika. » Read the rest of this entry «

Memento Mori

January 1st, 2008 » 0

.
(a short story by Jonathan Nolan)

1
“What like a bullet can undeceive!”
—Herman Melville

Your wife always used to say you’d be late for your own funeral. Remember that? Her little joke because you were such a slob—always late, always forgetting stuff, even before the incident.

Right about now you’re probably wondering if you were late for hers.

You were there, you can be sure of that. That’s what the picture’s for—the one tacked to the wall by the door. It’s not customary to take pictures at a funeral, but somebody, your doctors, I guess, knew you wouldn’t remember. They had it blown up nice and big and stuck it right there, next to the door, so you couldn’t help but see it every time you got up to find out where she was.

The guy in the picture, the one with the flowers? That’s you. And what are you doing? You’re reading the headstone, trying to figure out whose funeral you’re at, same as you’re reading it now, trying to figure why someone stuck that picture next to your door. But why bother reading something that you won’t remember? » Read the rest of this entry «

Atas Nama Jalanan…

October 29th, 2007 » 2

.

breathless

“…the words of the prophets are written on the subway walls…
—Simon and Garfunkel, “The Sound of Silence”

Jalanan, apa boleh buat, adalah sebuah drama zaman kita. Dia bukan lagi sekadar penanda lokasi (“Kantornya di jalan apa tadi, Bos?” tanya si tukang ojek sebelum tancap gas), tapi sekaligus panggung tempat orang-orang berekspresi. Ketika ojek membawa kita ngebut, meliuk-liuk menerobos kemacetan jalan yang tak masuk akal, tikung sana-sini dan hampir nyerempet mobil, naik ke atas trotoar, kita deg-degan dan tukang ojek tetap cuek; sesungguhnya drama suspense sedang terjadi. » Read the rest of this entry «

Photocopies

August 17th, 2007 » 0

.

photocopies!Perihal ingatan selalu menduduki tempat istimewa dalam kerumitan peradaban manusia. Berbagai penemuan tercipta demi ‘menolak hilang ingatan’: jam pasir di era Mesir kuno hingga jam weker modern buatan Swiss; lukisan purba di gua prasejarah hingga tulisan blog di dunia maya; kamera pertama ciptaan Joseph Niépce hingga piranti tercanggih di katalog terbaru Canon. Semakin maju teknologi, semakin kompleks pula pemikiran manusia: ranah ingatan kemudian melebar dari ’sekadar upaya mengawetkan’ menjadi ’sekaligus media berekspresi’. » Read the rest of this entry «

Ingatan, dan Rasa Kehilangan yang Abadi

April 25th, 2007 » 1

.

paris texas

Do you mind telling me where you’re headed, Trav?
What’s out there? There’s nothing out there
.”
—Walt (Dean Stockwell) kepada Travis (Harry Dean Stanton) di film Paris, Texas

Padang gersang, di sepenggal waktu yang tidak terlampau jelas. Seorang pria dengan setelan lusuh, sepatu kisut, topi bisbol warna merah, berjalan melintasi sengatan matahari. Cambangnya kusut masai, langkahnya ringkih, terayun dalam irama tak pasti. Dari atas bebatuan kusam, berlatar belakang langit biru terang nan luas, seekor burung pemangsa menatapnya tajam, mungkin menanti kematiannya. Letih dan dahaga menyergap tak terperi, namun di atas segalanya, rasa kehilanganlah yang paling kentara: mata pria itu cekung dan menerawang. Di film Paris, Texas (1984), si pejalan kaki yang linglung itu bernama Travis, dan memang ada yang hilang dari hidupnya. Tapi dia tidak ingat apa itu. Dia terus melangkah dan melangkah, tanpa tahu ke mana dan mengapa. » Read the rest of this entry «

Surat dari Teman: “Adu Jotos Budie dan Alexie di Surga

January 17th, 2007 » 0

.


We all know that nostalgia is dangerous,
but I remember those days with a clear conscience
.”
The Toughest Indian in The World. Sherman Alexie, 2000.

Meskipun sudah diperingatkan, saya masih keukeuh ber-nostalgia (nostalgila?) mengingat dengan jelas hari-hari saya bisa sampai ke hadapan kutipan sendu ini. Masa-masa itu adalah periode di mana saya, yang baru lulus setelah 5 tahun berkutat di bangku perkuliahan, dan akibat ketakutan irasional untuk masuk dunia kerja malah terjun bebas ke dalam dunia malam, maksudnya, dunia begadang; atau kerennya: dunia insomnia. Dunia malam dan dunia maya layaknya partners in crime, menggoda saya untuk bergaul dengan makhluk-makhluk gentayangan yang eksis di dua dunia tersebut. Salah satunya bernama Budie. » Read the rest of this entry «

Music: A Very Short Introduction

October 2nd, 2006 » 0

.

musicKetika diwawancarai sebuah majalah musik, Elvis Costello pernah mengatakan, “Writing about music is like dancing about architecture.” Lebih jauh lagi, “It’s a really stupid thing to want to do.” Satu pernyataan menohok dan pesimistis. Tapi pada kenyataannya, buku-buku tentang musik akan tetap ditulis dan diburu orang. Benarkah menulis tentang musik itu hal yang bodoh? » Read the rest of this entry «

Lumière et compagnie

September 20th, 2006 » 0

.

LumiereTentang sinema, Lauren Bacall, aktris film-noir tahun 1940-an, pernah berkata, “The industry is shit, it’s the medium that’s great.” Terdengar sedikit heroik memang, tapi apa boleh buat: dalam wacana sinema, persoalan medium selalu jadi perbincangan menarik. Setelah Louis dan Auguste Lumière menemukan kamera film pertama di dunia pada tahun 1895, sejarah sinema pun dimulai. Film Lumière et compagnie ini adalah proyek sinting tentang penghormatan pada keajaiban gambar-hidup. Untuk memperingati 100 tahun kelahiran sinema, 40 sutradara ternama dari berbagai belahan dunia ditantang membuat film pendek dengan kamera Cinematograph, yakni kamera sama yang juga dipakai Lumière Bersaudara pada tahun 1895. Ada 3 aturan ketat: durasi film tak boleh lebih dari 52 detik, synchronized sound tidak diperbolehkan, dan maksimal hanya 3 kali take. » Read the rest of this entry «

The World’s Greatest Rock ‘n’ Roll Scandals

August 7th, 2006 » 0

.

scandals

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), kata ’skandal’ berarti “perbuatan yang memalukan; perbuatan yang menurunkan martabat seseorang”. Tapi jika dilekatkan pada nama-nama rockstar—yang seolah-olah identik dengan keliaran—masihkah itu berarti martabat turun? Dalam wacana popularitas dan industri musik yang hingar-bingar, names make news, dan tentu saja bad news is good news. Semakin heboh skandal yang mereka ciptakan, justru semakin tinggi ketenaran terdongkrak. Dan skandal itu tak pernah jauh dari selangkangan, botol bir, dan zat-zat terlarang. Setelah menghiasi headline beberapa surat kabar dan tabloid kuning, puluhan kisah skandal terbesar itu dikumpulkan oleh David Cavanagh, diramunya menjadi buku tipis ber-layout buruk yang layak dibaca setiap orang yang mengaku dirinya penggemar musik. Atau lebih tepatnya, penggemar gosip musik. Para penggila The Doors, misalnya, ‘wajib’ mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Jim Morrison di hari naas di Paris, 5 Juli 1971. Atau benarkah Sid Vicious, pentolan Sex Pistols yang konon tak bisa bermain musik sama sekali, menusukkan pisau berkali-kali ke tubuh pacarnya hingga mati di sebuah kamar hotel di New York? » Read the rest of this entry «