“The grunge ended when everyone in Seattle discovered dry-cleaning.”
— Mo Rocca
Sepuluh Besar Sembilan Puluhan Menurut Saya
August 1st, 2011 » 6
Di Ruang Itu
June 27th, 2011 » 1
Bapak pernah sangat marah padaku, dan tak sengaja beliau menjatuhkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang luar biasa tebal dari rak buku, tepat mengenai luka yang belum kering di lutut kananku. Beberapa hari sebelumnya lutut kananku memang cedera parah, jatuh terpeleset dari pohon belimbing di halaman depan, » Read the rest of this entry «
[Cerpen Favorit] Sahabat Saya Cordiaz
June 10th, 2011 » 3
.
(cerita pendek oleh Asrul Sani)

Cerita ini mulai sebulan yang lalu, yaitu waktu saya memperoleh sebuah kamar baru. Kamar itu baik. Agak besar, cukup luas untuk tempat tidur dan rak-rak buku saya. Hawanya pun baik. Kalau hari siang ia amat panas dan kalau hari malam ia amat dingin. Sekiranya angin tidak ada, terbau bau tengik yang mesti saya atasi dengan bau obat nyamuk. Selain dari itu, ada lagi tikus. Tikus-tikus ini berusaha untuk hidup dan untuk dapat beranak-bercucu. Jadi mereka tidak lebih dari kaum proletar. Saya juga seorang proletar. Dan karena proletar seluruh dunia harus bersatu, maka akan dapatlah kami sekiranya hidup rukun dalam kamar itu. Tetapi kawan-kawan serikat saya ini, suka berpesta. Kalau kegembiraan mereka sudah naik marak, maka dimakannya buku-buku saya. Sehingga tak mengherankan, jika saya pagi-pagi harus menemui de Maupassant tak berkepala atau Dos Passos tak berpunggung. » Read the rest of this entry «
Janji? #1
May 21st, 2011 » 8
Hmm, lucu juga idenya. 10 Penyanyi Perempuan Terfavorit? Baiklah, daftarnya diubah sedikiiit menjadi: » Read the rest of this entry «
S.O.S.
March 23rd, 2011 » 2
dina-dina kepungkur sing nyenengake, saiki muspra lan sirna. saben dak cedhaki, sliramu mesthi nutupi. ana apa ta ya, tresnamu lan tresnaku, aku kandhanana. mbiyen tanpa susah, mbiyen tansah bungah. nalika ing sisihmu, apa sliramu ora krungu: “S.O.S.” tresnamu marang sliraku, ora ana liya kejaba iku, sing bakal nyelametake aku: “S.O.S.” » Read the rest of this entry «
Super Funky Animals
February 11th, 2011 » 9
FADE IN.
EXT. Poskamling Desa Sukarmaju – DAY
Seperti biasa, Pak Ogah dan Pak Ableh selalu menyempatkan diri mengobrol di sela-sela kesibukan mereka yang padat (bo’ong banget). Dalam sebuah hubungan, komunikasi itu penting, demikian kata mereka.
OGAH
Bleh, lu tau nggak, ada binatang yang cuma terdiri dari satu huruf?
ABLEH
Ah, mana mungkin. Ada gitu?
OGAH
Ada dong. Gajah.
ABLEH
Gajah? Kok bisa?
Binatang-binatang di Kepala Syd
November 18th, 2010 » 1

.
An effervescing elephant
with tiny eyes, and great big trunk
once whispered to the tiny ears
the ears of one inferior
that by next June he’d die, oh yeah!
because the tiger would roam
and the little one said oh my goodness I must stay at home
and everytime I hear a growl
I’ll know the tiger’s on the prowl
and I’ll be really safe you know
The elephant he told me so
And everyone was nervy, oh yeah!
and the message was spread
to zebra, mongoose, and the dirty hippopotamus
who wallowed in the mud and chewed
his spicy hippoplankton food
and tended to ignore the word
prefering to survey a herd
of stupid water bison, oh yeah!
and the jungle took fright
and ran around for all the day and the night
but all in vain because you see
the tiger came and said to me,
“You know I wouldn’t hurt not one of you
I much prefer something to chew
you’re all too scant, oh yeah!”
He ate the elephant…
—lagu “Effervescing Elephant”, Syd Barrett, album Barrett (1970).
Saya tak begitu ingat apa saja yang saya lakukan di usia 16 tahun. Itu sudah bertahun-tahun silam. Mungkin membolak-balik majalah HAI, karena masih ada cerbung bubin LantanG di sana, dan saya suka. Mungkin sedang berusaha (terlalu) keras menyatakan cinta monyet pertama saya, deg-degan dan malu-malu. Oh, atau mungkin sedang terlalu antusias (antara senang sekaligus cemas) karena pergi dari rumah dan mulai hidup terpisah dari orang tua. Dan saya mulai menulis. Puisi-puisi norak, cerpen-cerpen yang tak pernah selesai, atau sekadar kata-kata patah hati yang tak tersampaikan. Saya menulis apapun, selain lagu. Ya, selain lagu. Sementara Syd Barrett, sudah menulis lagu sejak usia 16 tahun. Dan dia jenius. » Read the rest of this entry «
Superman, The Ordinary Man
October 10th, 2010 » 3

.
“A lot of people ask me when I do a stunt, ‘Jackie, are you scared?’ Of course I’m scared. I’m not Superman.”
—Jackie Chan
Christopher Reeve, pemeran legendaris Superman, duduk terpaku di kursi rodanya. Sebuah kecelakaan pada tahun 1995—dia jatuh terlempar saat menunggang kuda—menghancurkan saraf-saraf tulang belakangnya, membuatnya lumpuh dari leher sampai ujung kaki. Hampir sekujur tubuhnya mati rasa. Para penggemar Superman yakin Reeve akan segera pulih. “He’s Superman, isn’t he?” Tapi kenyataan berkata lain. Tujuh tahun berlalu, dan Reeve masih belum beranjak dari kursi rodanya. Di luar layar, Reeve hanyalah manusia biasa, bukan manusia super. » Read the rest of this entry «
You Are What You Eat
November 16th, 2009 » 14

.
“I’m not vegetarian because I love animals. I’m vegetarian because I hate plants.”
—A. Whitney Brown, “Saturday Night Live” cast member, Season 11-16, 1985-1991.
Saya punya banyak teman vegetarian, tapi saya tidak punya satu pun teman kanibal. Hannibal Lecter cuma hidup di dunia rekaan Hollywood, dan saya juga tidak kenal Sumanto dari Purbalingga—sebagaimana saya berharap dia juga tidak kenal saya. Hmm, apa hubungannya vegetarian dengan kanibal? Jawabannya: mungkin memang tidak ada. Saya cuma tiba-tiba ingat, ada teman saya, seorang perempuan vegetarian yang mengaku moviefreak sejati, pernah membuat review film Korea berjudul 301, 302 (Cheol-su Park, 1995) dengan penuh semangat. Dan kebetulan, film itu tentang kanibal. Oops, spoiler. Saya sendiri juga suka film itu, sebuah drama tentang kesepian dan dendam, yang disajikan dengan sinematografi yang indah, dramatik, dan terus terang bikin saya lapar. Haa! » Read the rest of this entry «






