Kerupuk Wilco dan Dunia Dolanan

Demi penghiburan diri lantaran gagal masuk SMA negeri favorit incaran saya di Jogja sekitar pertengahan 1995 (sebetulnya NEM saya cukup tinggi tapi terjegal di psikotes), minggu-minggu pertama selepas daftar ulang di SMA terbaik di Solo langsung saya habiskan dengan mengabsen toko-toko kaset yang ada dan saya menemukan album kompilasi You Ready for This? ini. Mata saya menangkap ada track Dinosaur Jr dan Babes in Toyland di side A, yang beberapa tahun kemudian tiap kali mendatangi show-show Turtles Jr dan Boys Are Toys di Bandung kuping saya selalu geli mendengar MC berteriak memanggil nama mereka karena mengingatkan pada dua band di kaset tadi itu. Ada juga lagu The B-52’s (ugh!) di side B yang sejak dekade ’80an sudah muncul di pasaran kaset lokal bajakan era pra-lisensi. Yang paling menarik perhatian saya, meski lebih secara nama dan bukan musikalitas, adalah track terakhir di side A, sebuah lagu dari band bernama Wilco. Di kampung saya ketika itu, ‘wilco’ adalah sebutan untuk sejenis kerupuk kecil-kecil yang biasa ditaruh di kaleng bekas biskuit. Bagaimana bisa kerupuk di Jateng malah jadi nama band di Chicago sana? Tentu saat itu masih jauh sebelum album paling terkenal mereka, Yankee Hotel Foxtrot (2001) keluar dan oleh para penggemarnya sering diotak-atik gathuk konon meramalkan kejadian 9/11, dan saya menduga dari album kompilasi 1995 inilah pihak Hemagita Record dari Jakarta terpikir untuk sekalian lanjut merilis album kedua Wilco, Being There (1996) ke dalam format kaset lokal. Lagu “Dash 7” di kompilasi ini, yang dicomot dari debut mereka, A.M. (1995), menunjukkan bahwa akar sesungguhnya Wilco adalah memang country, yang makin luntur di album-album berikutnya. Namun secara total estetik, di kuping saya justru nomor dari Babes in Toyland “Oh Yeah”-lah yang paling kuat dan menonjol dari sekujur kompilasi ini, “…the whole world’s out in front of me/ all sugar coated phallusy I will not follow…“! Beavis and Butt-head, duo tolol dari seri kartun yang terkenal kasar, seksis, destruktif tapi digilai di MTV itu menyebut trio punk Minnesota ini dengan pujian yang bisa saja sekaligus terdengar merendahkan, “These chicks rocks!” Beberapa waktu lalu tak sengaja saya melihat kaset ini lagi di toko musik langganan saya di Bandung, DU68, dan untuk mengenang salah satu masa-masa terindah dalam hidup saya yaitu pertama kali mengenal internet lewat warnet di sekitar Margoyudan, Solo, hampir seperempat abad yang lalu, saya langsung buru-buru membawanya pulang. Di kamar saya setel keras-keras, dan lirik Babes in Toyland ini tak pernah terdengar usang bahkan hingga hari ini, di dunia yang semakin tak tertebak ritme dan arahnya, “You can’t map reality, the light is pure green!

__

__

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *