Selasa, sela-selaning manungsa

di hari libur kemarin sehabis ibunya si kecil sarapan bareng sahabatnya, bapaknya si kecil mengantar si kecil dan ibunya si kecil ke sebuah taman bermain di tengah kota. ibunya si kecil dulu sewaktu kecil pernah dibawa ibunya ke situ ikut lomba gambar dan nggak juara, sementara ini kali pertama si kecil dan bapaknya si kecil ke sana. ibunya si kecil beli tiket untuk mereka bertiga naik kereta-keretaan. di sebelah masinis ada panel sound effect sederhana mirip suara-suara cerobong asap dari mesin uap, woo woo.. jess.. woo woo.. pintunya reyot mirip bajaj tua tapi kursinya keras mirip bus kopaja. ke bandung, surabaya, bolehlah naik dengan tidak percuma. limaribu rupiah per tiket, rodanya berderak-derak di atas rel mungil yang mengitari taman bermain. setelah itu si kecil pengen naik kuda-kudaan. ternyata komidi putarnya sedang diperbaiki tukang las, untunglah ada komidi putar lain meski bentuknya mini. ibunya si kecil membeli koin-koin, bertanya ke anak-anak kecil lainnya yang kelihatannya sedang field trip satu kelas ke situ, siapa mau ikuuut. semua langsung heboh rebutan angkat tangan aku aku akuuu padahal cuma ada dua kuda yang tersisa. yang berhasil naik senyum-senyum penuh kemenangan dan si kecil belum mengerti betapa lucunya fakta bahwa dua anak kecil kawan berputarnya itu dua-duanya pakai kostum polisi, satu polisi satu polwan. si kecil ini kecil-kecil kok udah dikawal voorijder gini sih gimana dong. masukkan koin, yang ini perlu dua koin. komidi putar mulai berputar, geraknya pelan mirip adegan slow-motion di film-film indie amerika ‘90an ketika si tokoh terkenang-kenang pujaan hatinya yang tak kunjung terjangkau di akhir cerita. bapaknya si kecil malah terkenang lembar-lembar terakhir sebuah novel ketika si tokoh mendengar carousel memainkan lagu smoke gets in your eyes dan bagaimana “it was playing it very jazzy and funny.” bapaknya si kecil merasa ada perkusi raksasa di dalam kepalanya, berdentam-dentam sibuk memainkan lagu merry go round-nya wild man fischer, musisi gila yang dipungut zappa dari jalanan dan diongkosi bikin album. barangkali beberapa malaikat memang diturunkan ke bumi khusus untuk menyelamatkan beberapa orang. woohoo hoo hoo, dum dum dum. tiba-tiba sudah sekian putaran, musik berhenti dan mesin juga berhenti. si kecil turun dibantu ibunya, “udah mama, tapi kapan-kapan aku mau ke sini lagi ya.” di perjalanan pulang si kecil minta dibelikan bubble tea.

___

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *