Kaset Musikalisasi Puisi Sapardi

ada tetangga dekat rumah waktu saya masih kecil, tukang daging bernama sapardi. umurnya belasan tahun di atas saya, perangainya lemah lembut, rajin ke masjid, tak banyak omong. namun saat bekerja, tangannya jadi galak: lincah betul dia memainkan pisau-pisau tajamnya, mulai dari menggorok leher, menguliti, sampai memotong-motong. perkara terpelik saat harus berkenalan dengan khazanah puisi ‘serius’ indonesia di bangku sekolah adalah betapa susah saya menikmati kelembutan diksi pak sapardi (djoko damono) soal rintik hujan, burung jalak, daun jambu, dsb., dst., tanpa harus teringat bunyi “jleb! crakk! brekk!” dari pisau-pisau mas sapardi (si tukang daging) di pejagalan dekat rumah. judul-judul manis seperti “hujan bulan juni” atau “perahu kertas” bolehlah sedikit demi sedikit mulai mengikis ingatan itu, tapi begitu sampai judul “mata pisau”, ya jadi teringat lagi. apalagi di kalimat “ia berkilat/ ketika terbayang olehnya/ urat lehermu.” untunglah ada dua kaset ini, yang lumayan punya andil melembutkan imaji tentang puisi-puisi yang sebetulnya memang sudah lembut dari sononya. saya pertama kali tahu album musikalisasi puisi ini akhir 1998 dari kakak saya yang membawa pulang dua kaset itu malam-malam ke rumah kontrakan kami di bandung. dia bilang, “mas mau ngopi kaset ini. minjem punya temen.” saya melongok sebentar, lalu dia melanjutkan, “mas pengen punya, tapi udah nggak ada yang jual. bagus banget.” hasil kopian kakak lewat tape-deck bututnya di atas kaset kosong c60, meski mendhem tetap saja kami putar berkali-kali di masa itu. lagu-lagunya memang bagus, bahkan mutu duplikasi yang buruk pun tak bisa menyurutkan keindahan musik dan terutama kata-katanya. semua terasa murni, tidak dibuat-buat, dan kesyahduan tak pernah terdengar selantang itu. ada jarak rilis hampir sewindu antara dua kaset tersebut—1989 (hujan bulan juni) dan 1996 (hujan dalam komposisi)—tapi rentang sejauh itu seperti tak mengubah apapun; selalu ada rasa hangat yang sama, mengharu-biru, sekaligus terselip desir suwung tak terperi. lambat laun mereka pun berhasil menjinakkan pisau-pisau daging mas sapardi di sudut tersunyi kepala ini, mengubahnya jadi satu keindahan ganjil yang merenggut hati. untuk itulah kepada dua kaset tua ini, yang versi otentiknya baru saya dapatkan lagi bertahun-tahun kemudian, saya harus berterima kasih.

[Budi Warsito]

Hujan Bulan Juni (1989)
Sisi A:
1. Aku Ingin 2. Hutan 3. Metamorfosis 4. Di Restoran 5. Ketika Kau Tak Ada 6. Hujan Bulan Juni
Sisi B:
1. Sehabis Suara Gemuruh 2. Akulah Si Telaga 3. Pada Suatu Pagi Hari 4. Lima Sajak Empat Seuntai 5. Dalam Sakit 6. Dalam Diriku

Hujan Dalam Komposisi (1996)
Sisi A:
1. Kartu Pos Bergambar Jembatan “Golden Gate” San Fransisco 2. Kepada Istriku 3. Jarak 4. Kuhentikan Hujan 5. Hujan Dalam Komposisi, 1 6. Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari

Sisi B:
1. Ketika Jari-jari Bunga Terbuka 2. Ketika Kau 3. Cahaya Bulan Tengah Malam 4. Pada Suatu Hari Nanti 5. Hujan, Jalak, dan Daun Jambu 6. Nokturno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *