You may say I’m a dreamer

Hari ini ultahnya John Lennon. Saya harus jujur saya bukan penghayat Bitel yang teramat khusyuk tapi saya menyukai fakta-fakta kecil tentang John, dan trivia favorit saya adalah bahwa dia demen banget main Monopoly. Konon kegembiraannya memuncak tiap kali berhasil menggasak banyak-banyak properti “Park Place” di permainan aneh itu. John sendiri adalah anggota Beatle terakhir yang bisa menyetir mobil (umur 24), dan ketika dia berhasil mendapatkan SIM-nya, para dealer mobil langsung memarkir mobil-mobil mewah mereka di depan rumah John, berharap bakal dibeli. Yaelah.. Entah karena tak terlalu suka nyetir atau simply kurang berbakat bawa mobil, John langsung gantung kemudi (halah!) alias stop nyetir selamanya setelah kecelakaan parah saat dia mengemudikan mobil berisi Yoko Ono istrinya, Julian anaknya, dan Kyoko anaknya Ono. Sejak saat itu dia mempekerjakan supir pribadi yang harus standby 24 jam sehari, siap dipanggil kapan pun. Yoii, namanya juga rockstar, bos.. kalau mampu bayar kenapa nggak? Semasa kecil John sering berkhayal sebagai orang Indian dan pahlawan favoritnya adalah Chief Sitting Bull, seorang Indian Sioux. Pada Juli 1966, The Beatles manggung di Filipina dan berujung kekacauan, sementara di Indonesia pada bulan yang sama terbit edisi perdana majalah Horison, dimana salah satu halamannya termuat cerpen Umar Kayam berjudul “Chief Sitting Bull”—itu salah satu cerpen paling favorit saya hingga detik ini. Pak Kayam sendiri akrab dipanggil UK oleh orang-orang terdekatnya, tentu dari inisial namanya, tapi di benak saya nama itu dilafalkan sebagai “you-kay”, sehingga Pak Kayam jadi terdengar seolah-olah berasal dari UK, alias Inggris, negerinya John Lennon. Yak, sambung-sambungin aja terus… Met ultah, Bung John! Maaf aku nggak bisa bilang “semoga panjang umur, bla bla bla” karena kamu kan sudah almarhum. Akhirul kata, damailah di sana ya Bung.. ingat, all you need is laugh. Muachh!

___
Lagu John Lennon paling favorit saya masih “Mother”, dan ketika di-cover oleh Jeff Mangum feat. Chris Knox (kolaborasi maut!), efek seram lagu itu malah bertambah sekian kali lipat. Huhuhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *