Oom Dolby

Tiga plat 7-inch ini saling berhubungan. Begini. Dulu sekitar pertengahan 1998, di sela-sela nonton siaran langsung Piala Dunia 1998 bareng tukang-tukang bangunan yang memperbaiki rumah bapak saya (favorit mereka Davor Suker!), saya sering mendengar lagu “Video Killed the Radio Star” dari band alt-rock The Presidents Of The United States Of America diputar di radio dan MTV. Belakangan saya juga beli kasetnya. Menurut saya itu cover version yang buruk, karena apesnya si lagu asli sudah sangat bagus, dari The Buggles di tahun 1979, kombinasi new wave/synth-pop dengan ritem asoy ala disco. Lewat search engine AltaVista (waktu itu belum ada Google, hehe) saya baru tahu kalau lagu “Video Killed The Radio Star” itu ada versi lain lagi, tahun 1979 juga, dari band sempalan The Buggles bernama The Camera Club. Versi itu nggak istimewa dan lebih ngerock, tapi bunyi-bunyian keyboard di situ lumayan mencuri perhatian saya. Rupanya itu permainan Thomas Dolby, yang kelak ‘terkenal’ (dalam tanda kutip) lewat album solonya, The Golden Age Of Wireless (1982), yang kasetnya pernah nongol di pasaran lokal sini sebelum era lisensi. Single “Hyperactive!” yang saya foto itu ada di album kedua dia, The Flat Earth (1984), yang kaset bootleg lokalnya juga sempet dirilis Team Record. Lagu itu awalnya dia bikin untuk Michael Jackson, yang khusus memintanya ke Dolby, tapi belakangan dirasa kurang cocok jadinya batal. Ketika MJ mengundang Dolby ke kastilnya di tahun 1982, si tuan rumah sempat menunjukkan atau lebih tepatnya memamerkan, dengan antusiasme khas anak kecil ke teman barunya; sebuah computerized sampling keyboard mahal yang kita bisa dengar contoh hasil kerja si alat itu di intro lagu “Beat It”. Dari katalog panjang si jenius underrated Thomas Dolby ini (dia sekarang profesor seni yang mengajar kuliah film & musik) saya tetep paling demen “Hyperactive!”, yang kalau di kaset harus di-ON-in fitur megabass di walkman kita untuk dentum dansa yang lebih hacep, juga terutama liukan trombone di awal durasi dan selipan-selipannya kemudian yang sungguh licin, apalagi aksi flute setelah lirik “…it isn’t any rap attack (ooh)/ it isn’t any rap attack (ooh)/ rap-a rap-a t-t-tack…”, ugh! Sampai detik ini saya masih suka membayang-bayangkan, bakal seperti apa lagu itu kalau jadi dinyanyikan Michael Jackson. Iiihiy!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *