Di Studio Aku Pengen Topi Kesayanganmu

Kalau ada daftar top 5 musicians with hats versi lokal, sudah pasti Gombloh harus masuk. Saya amat-amati foto-foto dia ketika tampil di atas panggung maupun di artwork album-albumnya, koleksi topinya lumayan banyak; mulai dari topi baret di album Kebyar-kebyar dan Mawar Desa sampai beberapa trucker hats di album-album terakhirnya yangg cenderung lebih ngepop dan komersial. Di salah satu penampilan “live” di studio TVRI, Gombloh pernah memakai topi Catpillar, sebuah perusahaan pemasok listrik, berlogo Cat dengan tulisan Power di bawahnya. Saya sampai pernah berpikir jangan-jangan Gomblohlah yang dilihat Chan Marshall—seorang singer/songwriter Amerika bernama panggung Cat Power yang mengaku bahwa moniker dia itu terinspirasi dari seseorang yang dilihatnya sedang memakai topi Cat Diesel Power. Tak lama setelah Gombloh meninggal, radio Suzana Surabaya mengumumkan hasil lomba mirip Gombloh (pemenangnya seorang penjual klepon) dan tampak dari salah satu foto acara betapa semua peserta memakai topi! Dari topi-topi yang pernah terlihat dipakai Gombloh, paling favorit saya adalah trucker hat berlogo TVRI Surabaya ini. Sekitar duapuluh tahun silam, saya pernah harus ikut kuliah lapangan bareng teman-teman sejurusan di kampus lama saya ke beberapa pantai di Bali, berangkat lewat jalan darat dari Bandung. Bus kami singgah di Surabaya, di stasiun TVRI (!) karena ada teman kami yang kebetulan punya sanak famili di situ. Saya menimbang-nimbang adakah kemungkinan saya bisa menyelinap kasual ke toko souvenirnya dan siapa tahu beruntung bisa beli topi yang mirip dipakai Gombloh. Tapi ketika menyambut bus kami datang, seorang pejabat TVRI Surabaya si kerabat teman kami tadi itu malah seperti kaget melihat saya, lalu sibuk bisik-bisik ke teman kami si keponakannya itu, sambil melirik saya lagi dan lagi. Saya jadi resah sendiri, apakah si bapak itu punya indera keenam sehingga bisa membaca pikiran saya? Deg-degan banget saya saat si bapak itu mendekat ke arah saya lalu berkata, “Kamu mirip banget anak saya.” Ya ampun Oom, saya pengen mirip Gombloh padahal! Impian saya punya topi TVRI Surabaya buyar seketika karena tak lama kemudian rombongan kami sudah harus bergerak lagi. Saya terduduk lesu di sepanjang perjalanan menuju Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *