De Hand’s – Vol. 2 // AKA – Crazy Joe

AKA_DeHands_kaset

Kaset Hari Ini, Day #12:
De Hand’s – Vol. 2
// AKA – Crazy Joe
[Indra Records, 1970-an]

Versi kaset De Hand’s album Vol. 2 ini memakai foto sampul para personel De Hand’s sesuai versi platnya, yang sempat diburu banyak bule gara-gara masuk di seri buku Hans Pokora 3001 Record Collector Dreams. Seorang kenalan saya, pedagang plat, pernah keheranan di pertengahan 2000-an, “Kenapa plat De Hand’s ini dicari-cari bule ya Bud? Padahal isinya biasa banget?” Lalu saya tunjukkan ke dia lembar halaman dari buku Pokora yang kerap dijadikan andalan para penjual eBay untuk memasang harga tinggi plat-plat antah berantah dari negeri jauh. Di sesi “Other Asian Groups”, yakni halaman 138, plat De Hand’s Vol. 2 yang dilabeli sebagai soft psychedelic (haha!) mendapat valuation of rarity sebanyak 4 poin (out of 6), setingkat di atas ‘very rare’, Pokora mengkategorikannya sebagai ‘Congratulations, you own a true rarity’. Di sesi tersebut dimasukkan juga plat AKA album Do What You Like, AKA album Reflection, band Indorock bernama Javalins (saya belum pernah nemu, dan nggak minat juga), Koes Bersaudara album To The So Called The Guilties (saya beli platnya dari tukang loak gerobak beberapa tahun lalu seharga Rp 5.000,- saja), dan Koes Plus Vol. 2 (dengan cover profetik para personelnya slacking off di teras rumah, sepintas seperti memegang smartphone, haha!). Yang terakhir itu favorit saya, terutama lagu “Pentjuri Hati” dimana Yok Koeswoyo teriak-teriak a la primal therapy-nya John Lennon di lagu “Mother” (bukan kebetulan jika dua lagu itu dirilis hampir berbarengan pada 1970-1971). Balik lagi ke De Hand’s Vol. 2, lagu-lagunya sebenarnya sangat membosankan, tipikal pop ’70an mendayu-dayu dengan sentuhan suara organ di sana-sini. Liriknya pun mengiba-iba seputar cinta-cintaan, patah hati, persahabatan, dan tema-tema klise lainnya. Lagipula apa yang bisa kauharapkan dari album yang dibuka dengan kata-kata “…maafkan daku juwitaku/ maafkan sayang kesalahanku…”? Ada nomor ceria (satu-satunya yang malah menonjol) berjudul “Tertipu” dengan lirik jenaka yang sepertinya akan selalu terjadi di sejarah percintaan umat manusia. Dan bisa jadi banyak bule ‘tertipu’ oleh Pokora. Tapi di luar itu semua, tentu saja alasan saya membeli kaset ini adalah side B-nya: AKA album Crazy Joe! Meskipun AKA cukup gagah di industri plat (terutama album-album awalnya, yang masih tetap diburu kolektor sampai detik ini), di dunia perkasetan mereka harus rela jadi side B di kaset-kaset grup pop seperti Bimbo dan Favourite’s. Selain harus ‘mengalah’ nggak jadi side A, di artwork kaset yang ‘nebeng’ sampul De Hand’s ini logo sangar AKA ciptaan Cak Mat yang legendaris itu (silakan cermati di plat-plat awal AKA) juga semena-semena diganti jadi culun. Ouch. Sementara tracklist di dalam sleeve-nya juga susah dibaca gara-gara pilihan jenis font yang kurang ramah di mata. Poor Joe…

[BW]
#KasetHariIni

* * *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *