Category Archives: Rupa-rupa

Syair Kehidupan untuk Seruni

LaguUntukSeruni_Foto1

Kancah perfilman negeri ini tercatat memiliki aktor watak bernama Tio Pakusadewo, dan menelisik perjalanan karirnya, pria kelahiran 1963 itu berhasil meraih Piala Citra pertamanya sebagai aktor terbaik di film Lagu Untuk Seruni (1991). Di film besutan sutradara Labbes Widar yang oleh kritikus JB Kristanto disebut-sebut mirip film lawas Hollywood Kramer vs. Kramer ini Tio berperan sebagai seorang komponis idealis, Continue reading

Surat untuk Sdr. Harlan

CD_Harlan_4_EP
Nomor: BINFOLK.01/06/01/2017
Perihal: Permohonan Stok Tebu

Bandung, Jumat Legi 6 Januari 2017

Bung Harlan di Tebet,

Bersama surat ini hendak saya kabarkan, selain bahwa saya dalam keadaan sehat walafiat, semoga Bung dan keluarga pun demikian adanya; sejujurnya mendengarkan lagu-lagu Bung kerap membuat saya tercenung. Bahkan bersedih. But in a good way, saya kira. Kenapa bisa begitu, saya sendiri kurang tahu. Manusia sering bermuram durja tanpa alasan jelas, layu bagai tanaman pot lupa disiram, tapi khusus untuk kasus Bung saya harus mengaku bahwa saya pernah mencoba cari tahu sebab musababnya. Boleh jadi segala rasa nglangut itu (bhs. Jawa: “terhanyut intens, dirundung senyap, teramat murung”) muncul dari nada-nada sendu yang seolah melintas tanpa permisi, Continue reading

Jad Fair + Kramer = Kelar Hidup Lo.

JadFair_Kramer

Album eksperimental bersahaja (haha!) ini keluar saat saya masih duduk di kelas 2 SD dan sedang senang-senangnya menyiksa pita kaset Bayu Bersaudara yang populer banget waktu itu dengan memutar berulang-ulang seperti orang gila hits terbesar mereka (dan satu-satunya) “Kring Kring Goes Goes” keras-keras—yang setelah dipikir-pikir lagi memang trippy as f*ck dan telak bikin koleganya, yakni sesama lagu bertema sepeda, “Bike” di The Piper at the Gates of Dawn langsung jadi seperti lagu Disney saja. Saat saya beranjak remaja, Jad Fair, sang ruh sejati legenda art punk Half Japanese, adalah salah satu pahlawan terbesar saya, Continue reading

Klab Yu Tub .06 – Djaikem en Samijem: Langendrian

Ada satu buklet tua dari era pra-kemerdekaan di arsip pribadi saya, judulnya “Columbia Origineele Opname In de Dhâlem van de Astana Mangkoenegaran Soerakarta”. Meski bertajuk bahasa Belanda, kebanyakan teks di dalamnya berbahasa Melayu dengan ejaan Van Ophuijsen. Tahun terbit persisnya tidak tercantum di dokumen tipis 12 halaman tersebut, Continue reading

Klab Yu Tub .05 – Suk Kapan

Video ini adalah kiriman Paman Yusi Avianto Pareanom. Menurutnya, ini lagu pop Jawa Is Haryanto yang paling dia suka. “Pernah dinyanyikan Titik Sandhora dan Mus Mulyadi,” ujarnya sendu, “Tapi paling enak ya versi Arie Koesmiran ini. Lagu paling sedih sepanjang masa.” Wuidih, atos ndes… Maka Klab Yu Tub kesayangan kita semua kembali hadir untuk membahas video kiriman dari Depok ini, sambil kirim-kirim salam dengan ucapan, “Met siang aja.” Continue reading

Klab Yu Tub .04 – Kuda Lumping

The killer track in this field-recording compilation is “Kuda Lumping”, side A track 4. Originally written by King Rhoma Irama and popularized by Queen Elvy Sukaesih, the dangdut song turns into an uptempo post-punk version, interpreted by a group of buskers comprises two female singers (the lead singer is also lead guitarist, the other one plays tambourine) and a kendang player. They embrace the anyone-can-do-it idea of nontechnique, the complete absence of production polish, Continue reading

Klab Yu Tub .02 – Tahun 2000

Nasida Ria, a prolific all-female qasidah band from Semarang, wrote a prophetic song in 1986 called “Tahun 2000” (“The Year 2000”). The song begins with some ephemeral UFO-like soundscapes from its cheesy organ chords, and jerks its way along with strangely hypnotic suling lines behind kendang beats, and biola kembar tunes—reminiscent of John Cale’s VU early works (I’m kidding!). The lyrics predict the not-too-distant future through their bleaks visions: Continue reading

Klab Yu Tub .01 – Utuk-utuk Ublung-ublung

Ya ampun, gembira betul saya, akhirnya ada juga yang mengunggah lagu ini ke dunia maya. Dengan demikian kita semua, termasuk para alien kurang kerjaan yang selalu mengintai dari atas sana, bisa sama-sama bergembira menikmatinya. Perkenalkan ini Doel Kamdi, si arek gemblung pentolan Blo’on Group. Di nomor seru ini cuek saja doi meleburkan nada-nada lagu dolanan yang nostalgic dengan sentuhan psychedelic sound dari sirkus rock luar angkasa, Continue reading

Klab Yu Tub: Salaman Ndhisik, Ndes…

simonreynolds_youtube

Perkenalkan, ini rubrik baru namanya Klab Yu Tub. Ini adalah ikhtiar kesekian setelah upaya sok-sokan bikin rubrik-rubrik rutin di blog ini hampir selalu gagal total. Rubrik #5erbaLima dan #CatatanIsengHari Ini, misalnya, masing-masing hanya bertahan 2 episode. Yang paling mending cuma rubrik #KasetHariIni, itupun karena terpaksa dan ditarget ketat. Ah ndak papa lah, Continue reading

Harga Plat Gramofon Kisah Pasar Baru, 1956

Plat_KisahPasarBaru_gramofon

Beberapa waktu lalu, Irama Nusantara mengunggah foto di akun instagram mereka @iramanusantara, foto plat gramofon 78rpm “Kisah Pasar Baru” yang memuat stiker Radio Republik Indonesia bertanggal 7 Oktober 1956. Sementara di plat yang sama dari koleksi pribadi saya, yang saya potret ini, masih ada stiker label harga: Rp 32,50. Dengan asumsi dua stiker itu pertama kali ditempel pada jangka waktu tak jauh dari jadwal rilis plat tersebut, Continue reading