Category Archives: Film

Orkes Kinantan

Logika theme song di sinema, yakni satu lagu khas atau serangkaian melodi berulang yang jadi signature sebuah film, sudah diterapkan di Harimau Tjampa (sutradara D. Djajakusuma, 1953), dimana satu lagu berbahasa Minang di opening credits diulang-ulang beberapa kali bahkan tanpa variasi alias persis plek-plekan di adegan-adegan berikutnya. Musik di situ, arahan G.R.W. Sinsu alias Tjok Sinsoe, dimainkan oleh Orkes Kinantan dan menarik perhatian juri di Festival Film Asia pada era itu Continue reading

Joni-joni di Sekitar Kita

Kalau lagi (ke)banyak(an) waktu bengong begini di kepala saya suka nongol pertanyaan-pertanyaan kurang berfaedah seperti kapan ya pertama kali nama Joni (dengan segala varian ejaannya) mulai dipakai di lirik lagu? Masa kecil saya dijejali lagu ninabobo “Are You Sleeping?”, liriknya “are you sleeping, are you sleeping/ brother John, brother John..” yang secara cemerlang diterjemahkan oleh seorang teman di SMP menjadi Continue reading

Res volans ignota

Cerpen ke-12 di antologi Muslihat Musang Emas (2017), “Bangsawan Deli dan Delia”, menurut saya memang terlihat seperti mencampurkan ‘fakta’ dan fiksi, sebuah teknik kreasi yang tujuannya cukup benderang yakni membikin fiksi yang meyakinkan pembaca dan syukur-syukur berterima. Caranya antara lain dengan membubuhkan penanda waktu di awal cerpen, “—Jakarta, 1950”, lalu menjejalkan hal-hal ‘faktual’ di seputaran era itu, Continue reading

Ali Bomaye!

Yuhuu, pernah ada lho satu masa di mana vinyl bisa diputar di mobil! Plat 7” doang sih tapi, jadi bayangkan gimana ribetnya sambil nyetir harus mengganti-ganti plat yang cuma isi 1-2 lagu. Muhammad Ali pernah punya Continue reading

twin peaks

pernah satu sore waktu masih sd dia jatuh dari sepeda dan karena ke rs agak gimana gitu untuk urusan kaki keseleo jadi dibawalah dia naik motor sama bapaknya ke tetangga misterius di pinggir desa sebelah sungai yang konon bisa mijet. selepas isya mereka sudah mengetuk pintu Continue reading

RIP Margot & Margono

Saya ingat Margot Kidder dari film Superman IV (1987) yang saya tonton di bioskop dekat rumah waktu SD, dimana si Manusia Baja harus kepayahan melawan si Manusia Nuklir; sementara Margono alias Gogon pastinya saya ingat dari gaya berdiri ‘sedhakep’-nya yang khas dan bikin gemes pengen njenggit jambulnya. Kumis Gogon tentu saja diilhami dari kumis ‘sapu ijuk’ Chaplin, Continue reading

Lagu Nostalgila Gebrak-gebrak Meja

Dua hal paling saya ingat dari cerita kakak saya tiap kali dia pulang kampung ke rumah kami di pelosok Jateng, dari kuliahnya di Bandung pada paruh pertama dekade ’90an adalah: kaos kaki murah (“Ada pasar kaget tiap Jumat, kaos kaki di situ harganya cuma Rp500!”), dan bioskop kampus (“Ada meja di tiap kursi penontonnya!”). Ketika itu saya masih SMP, dan selain bahwa kaos kaki di sekolah hanya boleh warna putih, atau hitam pada saat kegiatan Pramuka, agak sulit juga saya membayangkan apa serunya nonton film di bioskop pakai meja? Continue reading

>> Mana Tau Mau Klik :) .02

Budi started collecting or, as he prefers to call it, “archiving” old Indonesian music on vinyl records after he graduated high school and moved to Bandung to go to college.

“The first plat [vinyl record] I bought was a 12-inch album by Oslan Husein called ‘Hanja Ada Satu.’ At that time, it only cost me Rp 10,000 [70 cents],” Budi said.

Continue reading