Category Archives: Film

S’makin Jauh ‘Ku Melangkah

“Coba kalau Pandawa Lima isinya sekelas “Kirana” semua, bisa keok tuh Terbaik Terbaik!” kata seorang kawan ketika kami membicarakan album-album terbaik Indonesia era ‘90an. Saya masih ingat betul di pertengahan 1996, album Pandawa Lima adalah one of the most anticipated albums dan banyak media santer memberitakan; kapan album terbaru Dewa 19 bakal keluar? Jadwal rilisnya mundur terus, bulan berganti bulan berganti tahun, Continue reading

Kerupuk Wilco dan Dunia Dolanan

Demi penghiburan diri lantaran gagal masuk SMA negeri favorit incaran saya di Jogja sekitar pertengahan 1995 (sebetulnya NEM saya cukup tinggi tapi terjegal di psikotes), minggu-minggu pertama selepas daftar ulang di SMA terbaik di Solo langsung saya habiskan dengan mengabsen toko-toko kaset yang ada dan saya menemukan album kompilasi You Ready for This? ini. Mata saya menangkap ada track Dinosaur Jr dan Babes in Toyland di side A, Continue reading

Orkes Kinantan

Logika theme song di sinema, yakni satu lagu khas atau serangkaian melodi berulang yang jadi signature sebuah film, sudah diterapkan di Harimau Tjampa (sutradara D. Djajakusuma, 1953), dimana satu lagu berbahasa Minang di opening credits diulang-ulang beberapa kali bahkan tanpa variasi alias persis plek-plekan di adegan-adegan berikutnya. Musik di situ, arahan G.R.W. Sinsu alias Tjok Sinsoe, dimainkan oleh Orkes Kinantan dan menarik perhatian juri di Festival Film Asia pada era itu Continue reading

Joni-joni di Sekitar Kita

Kalau lagi (ke)banyak(an) waktu bengong begini di kepala saya suka nongol pertanyaan-pertanyaan kurang berfaedah seperti kapan ya pertama kali nama Joni (dengan segala varian ejaannya) mulai dipakai di lirik lagu? Masa kecil saya dijejali lagu ninabobo “Are You Sleeping?”, liriknya “are you sleeping, are you sleeping/ brother John, brother John..” yang secara cemerlang diterjemahkan oleh seorang teman di SMP menjadi Continue reading

Res volans ignota

Cerpen ke-12 di antologi Muslihat Musang Emas (2017), “Bangsawan Deli dan Delia”, menurut saya memang terlihat sengaja mencampurkan fakta dan fiksi, sebuah teknik kreasi yang tujuannya cukup benderang yakni menulis kisah yang meyakinkan pembaca dan syukur-syukur berterima. Caranya antara lain dengan membubuhkan penanda waktu di awal cerpen, “—Jakarta, 1950”, Continue reading

Ali Bomaye!

Yuhuu, pernah ada lho satu masa di mana vinyl bisa diputar di mobil! Plat 7” doang sih tapi, jadi bayangkan gimana ribetnya sambil nyetir harus mengganti-ganti plat yang cuma isi 1-2 lagu. Muhammad Ali pernah punya Continue reading

twin peaks

pernah satu sore waktu masih sd dia jatuh dari sepeda dan karena ke rs agak gimana gitu untuk urusan kaki keseleo jadi dibawalah dia naik motor sama bapaknya ke tetangga misterius di pinggir desa sebelah sungai yang konon bisa mijet. selepas isya mereka sudah mengetuk pintu Continue reading

RIP Margot & Margono

Saya ingat Margot Kidder dari film Superman IV (1987) yang saya tonton di bioskop dekat rumah waktu SD, dimana si Manusia Baja harus kepayahan melawan si Manusia Nuklir; sementara Margono alias Gogon pastinya saya ingat dari gaya berdiri ‘sedhakep’-nya yang khas dan bikin gemes pengen njenggit jambulnya. Kumis Gogon tentu saja diilhami dari kumis ‘sapu ijuk’ Chaplin, Continue reading

Lagu Nostalgila Gebrak-gebrak Meja

Dua hal yang paling saya ingat dari cerita-cerita kakak saya tentang kampusnya di Bandung awal dekade ’90an, yang diulang-ulang tiap kali dia pulang kampung ke rumah kami di pelosok Jateng adalah: kaos kaki murah (“Ada pasar kaget tiap Jumat, kaos kaki di situ harganya cuma Rp 500!”), dan bioskop kampus (“Ada meja di tiap kursi penontonnya!”). Ketika itu saya masih SMP, dan selain bahwa kaos kaki di sekolah hanya boleh warna putih polos, atau hitam polos di saat kegiatan Pramuka, agak sulit bagi saya membayangkan apa serunya nonton film di bioskop pakai meja? Saya melanjutkan SMA di kotamadya Solo, dan karena saya sudah berani naik bus malam antarprovinsi sendirian ke Bandung, Continue reading