Bubur Kertas dan Martabak Mesir

Pulp_ThisIsHardcore_kasetCD
CD di atas adalah rilisan impor UK dari album Pulp This Is Hardcore (Island, 1998). Kaset sebelah kiri adalah rilisan lokal Indonesia (PolyGram) yang saya beli 16 tahun silam, sedangkan sebelah kanan adalah kaset rilisan lokal Cairo, Egypt (Mirage) yang belum lama ini saya dapatkan. Untuk ukuran artwork cover yang cukup ‘mengundang’, saya angkat topi pada label kaset Indonesia yang mengambil sikap cuek dengan tetap menaati cover aslinya (vinyl/CD, format bujursangkar), paling cuma agak di-zoom dan sedikit potong kanan-kiri-OK demi menjaga fokus perhatian pada ekspresi raut muka penuh arti si fotomodel. Konsekuensinya adalah punggung mulus licin dan lekuk rusuk yang menggoda itu menjadi sedikit outframe, alias ‘hilang’ karena keluar bingkai (mengikuti format kaset yg persegi panjang), tapi dengan cutting ratio yang masih masuk akal dan tetap enak dipandang. Bahkan hasilnya lebih magis, lebih bikin imajinasi-otak-ngeres Anda makin bekerja karena seperti kata pepatah, ‘less is more‘! (Btw, teknik cutting-biar-outframe semacam ini pernah dipakai juga oleh label Jackson Records untuk mengakali foto Vina Panduwinata yang berpose nungging asoy di sampul album Citra Ceria pada tahun 1984, saat harus dipindahkan dari plat ke kaset.) Sementara label Mesir, meski datang dari bangsa dengan sejarah peradaban salah satu yang tertua di dunia, rupanya masih rikuh dengan hal-hal seperti ini. Punggung si model dipertahankan tetap ada, tapi dipermak dengan menambahkan tutup kain (!) di atasnya, seolah-olah itu perpanjangan dari alas red velvet yang warnanya memang sensual itu. Garing ah! Warna pigmen kulit si model pun agak dipergelap sehingga kemulusannya yang harusnya terpancar itu pun menjadi redup. Bahkan belahan dada yang menggelantung sentosa itu pun mereka tutupi dengan menambahkan bayang-bayang gelap! Dan.. seolah semua itu belum cukup, masih juga diimbuhkan bayangan tangan di sebelah bawah, seakan-akan itu efek pantulan cermin. Padahal jelas-jelas itu efek pengalihan pandangan! Atau nggak tahu lagi harus diisi apa? Belum lagi logo label lokal segede gaban yang ditaro semena-mena, bikin kadar elegan sampul itu jadi anjlok sekian persen. Tapi edisi Mesir ini ternyata bukan yang paling parah. Sekitar awal tahun 2000 di sebuah toko musik di Jakarta, seperti yang dulu pernah saya ceritakan di posting lama, saya sempat melihat edisi lain lagi dari album Pulp ini, kalau tidak salah itu rilisan Malaysia, yang sungguh keterlaluan: badan si model perempuan itu tertutup baju hangat, sweater dari bahan rajut! Ragu-ragu Icuk, saya nggak membelinya saat itu. Sekarang edisi langka itu tak pernah saya temukan lagi. Jika Anda punya album ini, silakan putar sampai habis, dan di nomor terakhir, ketika lagunya habis, biarkan album ini terus berputar. Bakal ada suara kejutan di situ. Mungkin Anda juga sudah tahu. Hidden track (?) tersebut, bagi saya, tetap saja mengagetkan, bahkan setelah 16 tahun kemudian!

* * *

One thought on “Bubur Kertas dan Martabak Mesir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *