Oops! …Kok Ngene Meneh?

KasetBritney_Oops

Suka atau tidak, musik dekade ’90an dibuka oleh Nirvana (atau Vanilla Ice, tergantung selera Anda) dan ironisnya, ditutup oleh Britney Spears. Album debut Britney …Baby One More Time (1999) sudah terjual puluhan juta copies hingga hari ini. Saya inget betul ekspresi mukanya yang polos-polos gimana gitu di videoklipnya—thanks to MTV Asia via ANteve—dimana ia tampil sebagai gadis SMA baik-baik kepang dua, yang sekaligus sok rebel dengan ujung kemeja diiket di atas pusar dan rok sepaha melambai-lambai sentosa, kaos kaki menjulang sampai lutut (menginspirasi Cinta dkk di AAdC?), menunggu-nunggu bel sekolah berdering sambil berfantasi hura-hura joget di lapangan basket. Lirik “..my loneliness / is killing me..” (dengan pelafalan kenes pada suku kata “-ness”) seperti hendak membuktikan bahwa kesepian adalah memang musuh abadi manusia, sejenis lawan tapi mesra, inspirasi terbesar sepanjang masa dari jaman Morrison sampai Morrissey, dari Curtis ke Cobain, dan ya.. bahkan juga Britney Spears.

Album keduanya, Oops!… I Did It Again, membuka dekade 2000 yang gemerlap (milenium baru! Y2K! hama alaf!) dengan videoklip bersetting kagok planet Mars, astronot bumi yang culun, baju lateks ketat warna merah menyala—dengan sisa-sisa peninggalan model lawas: cutbray pada potongan celananya—dan sepenggal dialog murahan dari film box-office Titanic yang norak itu. Kalimat “..I’m not that innocent!” di lirik lagu “Oops!… I Did It Again” terdengar seperti wanti-wanti dari Britney yang tak sudi lagi dianggap anak kecil, meski pernyataannya di media sempat mengundang haru sekaligus rolling eyes: ia ingin tetap perawan sebelum menikah. Setelah adegan prologue bertele-tele—sempat jadi tren di videoklip-videoklip pop awal ’90an awal 2000an—masuklah intro menghentak, mengiringi Britney muncul di layar, diawali close-up shot pada kerling matanya yang dipulas bedak, turun ke bibir merah muda yang merekah dan mendesah, “Y’ahh.. ahh…” Api mulai berkobar-kobar, dan para akamsi Mars pun langsung joget-joget serempak di orbit terdekat. Beat lagunya patah-patah catchy, dengan bassline slap-and-pop yang dominan, taktik aransemen yang jitu untuk ranah pop saat itu, dan pita suara khas Britney yang setengah merengek separuh membual itu mulai membanjiri tangga lagu radio dan TV, mewakili generasi baru anak muda. Remaja-remaja pemberang era Nirvana sudah beranjak dewasa, dan mereka cuma bisa nyengir mendapati suara murung generasi mereka telah digantikan oleh keceriaan adik-adiknya melalui musik-musik dance-pop ala Britney, disusul Christina Aguilera, dsb. Ngomong-omong, Anda ‪#‎TeamBritney‬ atau ‪#‎TeamChristina‬?

Beberapa hari lalu, tak sengaja saya melihat kaset single penting Britney ini di sebuah lapak batu akik di pinggir jalan, seperti tergeletak tak bertuan. Bukan album penuhnya lho, tapi kaset single! Rilisan lokal dari PT Indo Semar Sakti itu berisi lagu “Oops!… I Did It Again” direndengkan dalam 2 versi sekaligus (original version dan instrumental version) plus dua lagu lain termasuk versi remix. Alih-alih ikut jongkok bersama bapak-bapak lainnya menawar batu, saya malah membujuk si tukang akik untuk melepas kaset tersebut. Dia sendiri lupa itu punya siapa, dan entah bagaimana ceritanya kaset itu bisa mendarat misterius di antara kilau semu bebatuan. Sempat terjadi tawar-menawar yang canggung antara kami, dan segala deal basa-basi itu berakhir di nominal yang amat sangat murah. Mungkin omset batu akik sudah mengamankan semuanya.

Saya pulang sambil joget. Oops, I jog et again…

* * *

One thought on “Oops! …Kok Ngene Meneh?

  1. Sundea

    Kalau Frank Sinatra masih ada, mungkin dia bikin versinya sendiri yang judulnya “Oops! I Did It My Way” 😀

    >>> *membayangkan Frank Sinatra berlateks merah ketat* ewwww [BW]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *