#np Blur – “The Universal”

CassingleBlurTheUniversal
[kaset single Blur “The Universal” TCFOOD 69, Food/Parlophone, UK, 1996]

Konon salah satu lagu Blur paling populer ini dulunya hampir menjadi sebuah lagu ska, saat para personelnya sudah hampir putus asa memikirkan harus bagaimana lagi mengaransemennya, hingga akhirnya Damon datang dengan ide intro string section yang brilian itu. Meski Justine Frischmann terkenal sangat membenci lagu ini dengan menyebutnya “desperately bad on every level, personally“, harus diakui bahwa sihir “The Universal” justru terletak pada struktur lagunya, pada grafik emosinya, pada lapis-lapis sound-nya; dengan kata lain, ciamik “justru pada setiap levelnya”. Semua itu dibangun lewat pemilihan tempo lagu yang sangat terukur naik turunnya (oh dinamika!) dan dibungkus dengan aransemen jeli—bukti sahih bahwa sebuah lagu balada pun ternyata bisa jadi sedemikian anthemic. Dari detik keduabelas hingga akhir menit ketiga, permainan bass Alex merayap perlahan tapi pasti, menghampiri drum Dave yang lantas berdentam-dentam seperti racun alamiah yang bekerja lambat namun mematikan. Aksi gitar Graham yang halus dan sensitif di sini menunjukkan bahwa ia memang sanggup bermain di wilayah apa saja, setali tiga uang dengan kejeniusan Damon yang bisa-bisanya kepikiran untuk menyelipkan segala brass section brengsek dan rombongan mbak-mbak backing vocal yang sangat menghantui itu. Soal lirik bisa saja Damon hanya ingin meracau soal taruhan lotre, sementara penggemar kelewat serius membacanya sebagai syair profetik atas masa mendatang yang tak terlalu benderang (“yes the future has been sold“, “when the days they seem to fall through you“), dikipas-kipasi pula oleh videoklip beraroma dystopian ala A Clockwork Orange yang entah kenapa seringai Damon di situ pas banget dengan karakter Alex DeLarge dan kawanan droogs. Lagu ini kian bertenaga setiap dibawakan live, seiring bertambahnya usia pita suara Damon yang makin tua makin serak. Tentu saja lirik “tomorrow is your lucky day, well, here’s your lucky day” selalu dikutip orang-orang saat Blur akhirnya bersedia reuni di 2009 setelah lama vakum; lalu dikutip lagi dan lagi ketika mereka datang ke Indonesia empat tahun kemudian. Di penghujung konser Senayan itu, bersama ribuan orang beruntung lainnya saya turut bernyanyi di lagu itu dengan suara sember dan mata terpejam, bukan lantaran menahan tangis—toh air mata sudah habis di belasan lagu sebelumnya—tapi lebih karena merinding: segala bunyi-bunyian syahdu dari brass section di atas panggung ditimpali gemuruh koor massal dan ribuan tangan yang mengacung ke udara mengamini kata-kata “sang nabi” tentang pergi karaoke tiap malam di masa depan, “…how we like to sing along, although the words are wrong...” untuk akhirnya pecah di kalimat sakti, “YES IT REALLY REALLY REALLY COULD HAPPEN!!!” Duh Gusti, iki lagu intens tenan!

 * * *

Blur – “The Universal” (official video):

 

Blur – “The Universal” (live at Glastonbury, 2009):

 

Blur – “The Universal” (live at Hyde Park, 2009):

 

Blur – “The Universal” (live at Senayan, Jakarta, 2013):

 

6 thoughts on “#np Blur – “The Universal”

  1. winda

    mas Budi, kenapa ulasanmu bahkan lebih puitis ya?
    dulu…g menyangka kalau akan terjebak di ‘universe’ yang disebut2 di lagu ini…

    Reply
  2. chiceniza

    Gusti nu Ageng, akhirnya diulas juga sekelibat tentang konser blur di Jakarta yang sudah kunantikan sejak hampir setahun yang lalu *huhuhuhu* #nangisdipojokan #membayangkankejadiankoorUniversal. Semoga ada keajaiban bisa menonton mereka LIVE suatu waktu nanti. AMIN *berdoa khusyuk*

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *