Author Archives: Budi Warsito

Oom Dolby

Tiga plat 7-inch ini saling berhubungan. Begini. Dulu sekitar pertengahan 1998, di sela-sela nonton siaran langsung Piala Dunia 1998 bareng tukang-tukang bangunan yang memperbaiki rumah bapak saya (favorit mereka Davor Suker!), saya sering mendengar lagu “Video Killed the Radio Star” Continue reading

Apakah Dia Memikirkan Mobil?

Rekomendasi terkocak yang pernah saya dapatkan di toko musik adalah dari mas-mas penjaga toko kaset di sekitaran Singosaren, Solo, pada akhir 1997, “Oh, suka The Great Escape-nya Blur? Berarti harus dengerin kaset ini…” Continue reading

S’makin Jauh ‘Ku Melangkah

“Coba kalau Pandawa Lima isinya sekelas “Kirana” semua, bisa keok tuh Terbaik Terbaik!” kata seorang kawan saat kami membicarakan album-album terbaik Indonesia era ‘90an. Saya masih ingat betul di pertengahan 1996, album Pandawa Lima adalah one of the most anticipated albums dan banyak media santer memberitakan; Continue reading

Halo Gepeng

Saya senang mengumpulkan sampul-sampul majalah dalam negeri yang menurut saya asyik, kapan-kapan mau saya foto beberapa, dan paling favorit saya selain sebuah majalah terbitan ‘70an yang memasang foto pelawak Iskak duduk bersila memangku kepalanya sendiri yang copot (rekayasa visual sederhana itu tentu udah wow banget di masanya) adalah sampul yang sedang saya pegang ini: edisi perdana majalah Halo, Continue reading

Kerupuk Wilco dan Dunia Dolanan

Demi penghiburan diri lantaran gagal masuk SMA negeri favorit incaran saya di Jogja sekitar pertengahan 1995 (sebetulnya NEM saya cukup tinggi tapi terjegal di psikotes), minggu-minggu pertama selepas daftar ulang di SMA terbaik di Solo langsung saya habiskan dengan mengabsen toko-toko kaset yang ada dan saya menemukan album kompilasi You Ready for This? ini. Mata saya menangkap ada track Dinosaur Jr dan Babes in Toyland di side A, Continue reading

Orkes Kinantan

Logika theme song di sinema, yakni satu lagu khas atau serangkaian melodi berulang yang jadi signature sebuah film, sudah diterapkan di Harimau Tjampa (sutradara D. Djajakusuma, 1953), dimana satu lagu berbahasa Minang di opening credits diulang-ulang beberapa kali bahkan tanpa variasi alias persis plek-plekan di adegan-adegan berikutnya. Musik di situ, arahan G.R.W. Sinsu alias Tjok Sinsoe, dimainkan oleh Orkes Kinantan dan menarik perhatian juri di Festival Film Asia pada era itu Continue reading

Mendengarkan Ikan

Tepat di Hari Ikan Nasional ini harus saya akui bahwa seharian tadi saya malah nggak makan ikan, kemarin juga nggak, kemarin lusa pun. Terakhir saya makan ikan kayaknya minggu lalu, itu pun cuma lele kecil-kecil, digoreng di rumah, dimakan pakai sambel bawang dan nasi putih. Saya bisa dengan mudah menyebutkan beberapa lagu yang ehmm bukan bercerita soal ikan juga sih, tapi setidaknya mengandung ikan di dalamnya. Hehe. Paling gampang tentu “Iwak Peyek” oleh Trio Macan, Continue reading

James Brown dan Soto Betawi

Tadi pagi setelah mengantar si kecil ke sekolah dan mengurus ini itu di beberapa tempat, saya mampir ke pasar kaget di depan kampus lama saya. Dua puluh tahun yang lalu saya lumayan sering beli kaset-kaset bekas di situ, Continue reading

Joni-joni di Sekitar Kita

Kalau lagi (ke)banyak(an) waktu bengong begini di kepala saya suka nongol pertanyaan-pertanyaan kurang berfaedah seperti kapan ya pertama kali nama Joni (dengan segala varian ejaannya) mulai dipakai di lirik lagu? Masa kecil saya dijejali lagu ninabobo “Are You Sleeping?”, liriknya “are you sleeping, are you sleeping/ brother John, brother John..” yang secara cemerlang diterjemahkan oleh seorang teman di SMP menjadi Continue reading