Author Archives: Budi Warsito

Satisfeksyong

 

Apa yang bikin sebuah cover version menjadi sebuah cover version yang bagus? Jawaban malas paling praktis adalah: entahlah, seperti alam semesta, musik bekerja dengan cara misterius, nggak ketebak, bola itu bundar, tak terukur, dsb., dst. Sudah banyak teori atau artikel ditulis mengenai resep-resep agar cover version itu ‘berhasil’, seperti sebaiknya ada unsur “pemaknaan baru”, “harus terdengar sangat kamu”, Continue reading

Mohon Maaf Leher & Beton

Foto dijepret dari halaman majalah Tempo, 1989

Seperti kebanyakan anak kecil lainnya, sebelum masuk TK saya sudah punya cita-cita yang oh wow sungguh mulia gitu deh: pengen jadi astronot. Klise banget. Ini pasti karena saya terlalu sering mengulang-ulang menyimak profil Pratiwi Sudarmono di majalah Bobo. Tapi ketika harus ikut pawai tujuhbelasan di alun-alun, Continue reading

Bersatulah Kaum Kera Seantero Jagat

Dari baca-baca National Geographic saya baru tahu ada yang namanya International Monkey Day alias Hari Munyuk Sedunia dan itu jatuh pada hari ini, 14 Desember. Sebagai primata eh maksud saya pria matang (primatang!) bershio Monyet saya hapal banyak trivia facts soal munyuk, tapi sudahlah, buat apa pamer hal-hal unfaedah seperti itu. Saya juga bisa dengan cepat menyebutkan ehmm, sekian puluh album musik bersampul monyet, bahkan sekian ratus (lebay) lagu bertema monyet, Continue reading

Gundala oh Gundala

*mungkin mengandung spoiler

Persis di hari Friday the 13th kemarin di mana bulan purnama lagi bulat-bulatnya saya malah teringat kembali tokoh Ghazul di film Gundala-nya Joko Anwar (2019), diperankan oleh the one and only Ario Bayu. Menurut saya Ario Bayu adalah salah satu aktor terbaik Indonesia dengan jatah-jatah peran yang kerapkali memble, tapi begitu dia dapet karakter yang pas, Continue reading

Iringi Deru Mesin-mesin, Iringi Tangis yang Kemarin


Kalau ada semacam daftar “lagu-lagu yang dibawakan sejelek apapun tetap masih lumayan” menurut saya lagu ini harus masuk, bahkan kalau perlu di posisi teratas. Saya pernah beberapa kali merekam di handphone lama saya, lagu “Terminal” dicover oleh para pengamen di atas bis kota, di depan lampu merah perempatan, di angkringan, stasiun sepur, dan ya, tentunya di terminal; nggak ada satu pun yang gagal bikin saya merinding. Termasuk yang paling baru, Continue reading