Mengenang Alm. Pak Kurdt (Bag. 2)

Pernah ketika saya SMA ada festival band terselenggara di sekolah saya (dari, untuk, dan oleh siswa sendiri) dan para penampilnya adalah band-band dadakan bikinan teman-teman seangkatan saya kelas 2, juga adik-adik kelas 1 dan kakak-kakak kelas 3. Ketika itu kaset Pandawa Lima baru saja keluar setelah lama tertunda-tertunda,

I’m Still Remembering (Mengenang 1994, Bag. 2)

Seperti biasa, teks pendek yang awalnya cuma dimaksudkan sebagai caption foto kaset ini malah mblèbèr ke mana-mana dan pastinya semua berbau-bau nostalgia, atau ‘nostalgila’ kalau meminjam istilah oom-oom boring di acara-acara reunian kampus. Kaset If I were a Carpenter keluar pada tahun 1994 ketika saya kelas 3 SMP, dan seperti hampir semua cowok satu angkatan waktu itu saya […]

Kulitmu Membuatku Menangis

Gara-gara sore tadi saya pergi ke restoran Kiputih Satu untuk mencicipi canelle mereka yang enak banget dan nggak sengaja malah ngobrol-ngobrol dengan Adit KeepKeepmusiK soal plat-plat Radiohead di tokonya, sesampainya di rumah saya langsung bongkar-bongkar koleksi majalah lawas saya di gudang. Foto ini saya potret dari halaman daftar isi majalah HAI,

LD (aka Lithium Disc?)

Menjelang senjakalanya pada pertengahan dekade ’90an, format laserdisc masih sering ditawarkan untuk disewakan dengan cara salesman berkeliling dari rumah ke rumah. Pernah suatu kali di sesi door-to-door itu si Mas-mas LD celingukan memastikan kiri kanan aman lalu berbisik pelan ke saya,

Oops! …Kok Ngene Meneh?

Suka atau tidak, musik dekade ’90an dibuka oleh Nirvana (atau Vanilla Ice, tergantung selera Anda) dan ironisnya, ditutup oleh Britney Spears. Album debut Britney …Baby One More Time (1999) sudah terjual puluhan juta copies hingga hari ini. Saya inget betul ekspresi mukanya yang polos-polos gimana gitu di videoklipnya—thanks to MTV Asia via ANteve—dimana ia tampil […]