Harga Plat Gramofon Kisah Pasar Baru, 1956

Beberapa waktu lalu, Irama Nusantara mengunggah foto di akun instagram mereka @iramanusantara, foto plat gramofon 78rpm “Kisah Pasar Baru” yang memuat stiker Radio Republik Indonesia bertanggal 7 Oktober 1956. Sementara di plat yang sama dari koleksi pribadi saya, yang saya potret ini, masih ada stiker label harga: Rp 32,50. Dengan asumsi dua stiker itu pertama […]

Klab Yu Tub .06 – Djaikem en Samijem: Langendrian

Ada satu buklet tua dari era pra-kemerdekaan di arsip pribadi saya, judulnya “Columbia Origineele Opname In de Dhâlem van de Astana Mangkoenegaran Soerakarta”. Meski bertajuk bahasa Belanda, kebanyakan teks di dalamnya berbahasa Melayu dengan ejaan Van Ophuijsen. Tahun terbit persisnya tidak tercantum di dokumen tipis 12 halaman tersebut,

Gamelan untuk Ndoro Alien

Pada tahun 1977, dengan spirit yang tak kalah punk dibanding scene musik saat itu, NASA meluncurkan Voyager Golden Record, plat gramofon berbahan tembaga lapis emas dengan kecepatan putar tak lazim (16⅔ rpm), dikirim ke luar angkasa dengan misi mulia: membawa pesan untuk peradaban extraterrestrial. Ya, siapa tahu ada alien sedang digging-digging cantik di basement Bima […]

Suara Angkasa

Seorang ilmuwan sekaligus filsuf asal Prancis, Blaise Pascal (1623-1662), pernah berkata dalam bahasa ibunya yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris kira-kira berarti “The eternal silence of these infinite spaces frightens me.” Sekitar tiga abad kemudian, seorang legenda musik Indonesia bernama R. Soetedjo (1909-1960) malah membentuk sebuah orkes dengan nama gagah meyakinkan: Suara Angkasa. Pemain […]

1945 vs. 2605

Pernahkah Saudara memperhatikan dan bertanya-tanya, bahwa di teks proklamasi—baik versi tulisan tangan maupun yang diketik—memang tercantum angka ’05 (seperti kata guru-guru SD kita, itu singkatan dari tahun Jepang 2605), tapi kenapa di rekaman audio yang kerap diputar di TV-TV terdengar jelas Bung Karno melafalkan “..seribu sembilan ratus ampat puluh lima..” alias 1945? Mengapa beliau tidak […]

Bu Siti vs. Pak Chaplin

“EXTRA NONA SIAPA”, dinjanjiken oleh SITI MOEDJENAH dengen POPULAIR JAZZ BAND. Tjap Banteng Paling Merdoe, diduga rilisan sekitar akhir 1930an. Grammofoonplaat 78rpm ini saya temukan dalam kondisi kurang menggembirakan, teronggok kotor bersaput debu dan berlapis tanah (!), tapi selalu ada firasat tertentu untuk bersikeras membawanya pulang. Setelah dibersihkan sampai kondisi maksimal yang paling memungkinkan, sambil […]