Growing old gracefully, maunya

Ada beberapa pilihan untuk menjadi tua semacam apa. Saya sendiri belum merasa tua, tapi untuk sebagian orang sepertinya memang ada godaan-godaan tak tertahankan (*sticker WA ‘Gak Sanggup’) untuk meromantisir umur, bikin tafsiran-tafsiran aduhai atas pencapaian-pencapaian di belakang sekaligus rencana-rencana hari esok yang lebih gemilang. Buset dah. Sangat bisa dimengerti memang, Continue reading

(hiburan² kala itu)

di masa-masa nggak keruan seperti sekarang ini, kepala saya sering otomatis memasok ingatan-ingatan personal yang bisa dibilang ehmm apa ya, manis (? hangat?) buat saya, semacam penghiburan bawah sadar kali ya, dan itu kebanyakan datang dari masa-masa di era ’90an. mungkin lebih tepatnya pertengahan dekade itu, Continue reading

Satisfeksyong!

 

Apa yang bikin sebuah cover version menjadi sebuah cover version yang bagus? Jawaban malas paling praktis adalah: entahlah, seperti alam semesta, musik bekerja dengan cara misterius, nggak ketebak, bola itu bundar, tak terukur, dsb., dst. Sudah banyak teori atau artikel ditulis mengenai resep-resep agar cover version itu ‘berhasil’, seperti sebaiknya ada unsur “pemaknaan baru”, “harus terdengar sangat kamu”, Continue reading

Mohon Maaf Leher & Beton

Foto dijepret dari halaman majalah Tempo, 1989

Seperti kebanyakan anak kecil lainnya, sebelum masuk TK saya sudah punya cita-cita yang oh wow sungguh mulia gitu deh: pengen jadi astronot. Klise banget. Ini pasti karena saya terlalu sering mengulang-ulang menyimak profil Pratiwi Sudarmono di majalah Bobo. Tapi ketika harus ikut pawai tujuhbelasan di alun-alun, Continue reading