Klab Yu Tub .06 – Djaikem en Samijem: Langendrian

December 13th, 2016 | 0

Ada satu buklet tua dari era pra-kemerdekaan di arsip pribadi saya, judulnya “Columbia Origineele Opname In de Dhâlem van de Astana Mangkoenegaran Soerakarta”. Meski bertajuk bahasa Belanda, kebanyakan teks di dalamnya berbahasa Melayu dengan ejaan Van Ophuijsen. Tahun terbit persisnya tidak tercantum di dokumen tipis 12 halaman tersebut, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .05 – Suk Kapan

December 10th, 2016 | 1

Video ini adalah kiriman Paman Yusi Avianto Pareanom. Menurutnya, ini lagu pop Jawa Is Haryanto yang paling dia suka. “Pernah dinyanyikan Titik Sandhora dan Mus Mulyadi,” ujarnya sendu, “Tapi paling enak ya versi Arie Koesmiran ini. Lagu paling sedih sepanjang masa.” Wuidih, atos ndes… Maka Klab Yu Tub kesayangan kita semua kembali hadir untuk membahas video kiriman dari Depok ini, sambil kirim-kirim salam dengan ucapan, “Met siang aja.” » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .04 – Kuda Lumping

December 10th, 2016 | 0

The killer track in this field-recording compilation is “Kuda Lumping”, side A track 4. Originally written by King Rhoma Irama and popularized by Queen Elvy Sukaesih, the dangdut song turns into an uptempo post-punk version, interpreted by a group of buskers comprises two female singers (the lead singer is also lead guitarist, the other one plays tambourine) and a kendang player. They embrace the anyone-can-do-it idea of nontechnique, the complete absence of production polish, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .03 – Te Kate Dipanah

December 10th, 2016 | 0

“..te kate dipanah/ dipanah ngisor nggelagah/ ana manuk onde-onde/ mbok sri bombok mbok sri kate/ mbok sri bombok mbok sri kate..” Jika dalam bahasa Indonesia lirik tersebut bunyinya kurang lebih demikian: “..ayam kate dipanah/ dipanah di bawah pohon gelagah (sejenis alang-alang tebu)/ ada burung onde-onde (?)/ mbok sri bombok mbok sri kate..” Larik terakhir tak bisa diterjemahkan, saya duga itu semacam permainan nama belaka, racauan tanpa makna yang mungkin masuknya ke ranah lingua poetica, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .02 – Tahun 2000

December 10th, 2016 | 0

Nasida Ria, a prolific all-female qasidah band from Semarang, wrote a prophetic song in 1986 called “Tahun 2000” (“The Year 2000”). The song begins with some ephemeral UFO-like soundscapes from its cheesy organ chords, and jerks its way along with strangely hypnotic suling lines behind kendang beats, and biola kembar tunes—reminiscent of John Cale’s VU early works (I’m kidding!). The lyrics predict the not-too-distant future through their bleaks visions: » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .01 – Utuk-utuk Ublung-ublung

December 10th, 2016 | 0

Ya ampun, gembira betul saya, akhirnya ada juga yang mengunggah lagu ini ke dunia maya. Dengan demikian kita semua, termasuk para alien kurang kerjaan yang selalu mengintai dari atas sana, bisa sama-sama bergembira menikmatinya. Perkenalkan ini Doel Kamdi, si arek gemblung pentolan Blo’on Group. Di nomor seru ini cuek saja doi meleburkan nada-nada lagu dolanan yang nostalgic dengan sentuhan psychedelic sound dari sirkus rock luar angkasa, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub: Salaman Ndhisik, Ndes…

December 9th, 2016 | 0

simonreynolds_youtube

Perkenalkan, ini rubrik baru namanya Klab Yu Tub. Ini adalah ikhtiar kesekian setelah upaya sok-sokan bikin rubrik-rubrik rutin di blog ini hampir selalu gagal total. Rubrik #5erbaLima dan #CatatanIsengHari Ini, misalnya, masing-masing hanya bertahan 2 episode. Yang paling mending cuma rubrik #KasetHariIni, itupun karena terpaksa dan ditarget ketat. Ah ndak papa lah, » Read the rest of this entry «

Yang Fana Adalah Waktu, Tarungmu Abadi

November 27th, 2016 | 0

binidris_cd

Barangkali ada di antara Saudara yang bertanya-tanya, sibuk apa gerangan Haikal Azizi jika tidak sedang merangsek di gerombolan Sigmun atau mencuit lucu-lucu filosofis di linimasa, mungkin ini bisa membantu: topeng baru bernama Bin Idris. Tentu tak sepenuhnya baru, karena nama panggung itu—sebuah penghormatan kepada sang ayah— beberapa tahun lalu pernah dipakainya di sebuah rilisan kaset terbatas berjudul » Read the rest of this entry «

Harga Plat Gramofon Kisah Pasar Baru, 1956

November 27th, 2016 | 0

Plat_KisahPasarBaru_gramofon

Beberapa waktu lalu, Irama Nusantara mengunggah foto di akun instagram mereka @iramanusantara, foto plat gramofon 78rpm “Kisah Pasar Baru” yang memuat stiker Radio Republik Indonesia bertanggal 7 Oktober 1956. Sementara di plat yang sama dari koleksi pribadi saya, yang saya potret ini, masih ada stiker label harga: Rp 32,50. Dengan asumsi dua stiker itu pertama kali ditempel pada jangka waktu tak jauh dari jadwal rilis plat tersebut, » Read the rest of this entry «

Suatu Hari di Desa Sukarmaju

November 25th, 2016 | 0

pakkades
FADE IN.

INT. KANTOR KEPALA DESA – DAY

MUKIDI
Pagi, Pak. Saya mau ngurus bikin KK..

PETUGAS
KK aja, Dek? » Read the rest of this entry «