1945 vs. 2605

August 17th, 2016 | 0

PlatGramofon_Proklamasi_IndonesiaRaya

Pernahkah Anda memperhatikan dan bertanya-tanya, bahwa di teks proklamasi—baik versi tulisan tangan maupun yang diketik—memang tercantum angka ’05 (seperti kata guru-guru SD kita, itu singkatan dari tahun Jepang 2605), tapi kenapa di rekaman audio yang kerap diputar di TV-TV terdengar jelas Bung Karno melafalkan “..seribu sembilan ratus ampat puluh lima..” alias 1945? Mengapa beliau tidak mengucap “..duaribu anem ratus lima..” saja sesuai teks? Kenapa bisa beda, antara yang ditulis dengan yang dibaca? » Read the rest of this entry «

Mr. Ompong versus Si Ompong

August 8th, 2016 | 0

Madesya_MrOmpong
Tadi sore digging-digging cantik dan melihat plat ini teronggok tanpa sampul. Saya nggak ambil karena perasaan pernah punya meskipun sekarang sudah lupa ditaruh di mana, hehe. Seingat saya, track “Mr. Ompong” di permulaan side B dari debut album Madesya Group rilisan circa 1974 ini pada dasarnya adalah daur ulang dari lagu “Si Ompong”-nya Ariesta Birawa circa 1973. Pencipta lagu tersebut, Udin Syach, atau Oedin Syach alias Syahbuddin, » Read the rest of this entry «

Lagu Anak-anak Lawas

July 23rd, 2016 | 0

LaguAnakLawas_still

Selalu ada tempat istimewa di relung hati saya yang paling sunyi, untuk plat-plat lagu anak-anak jadul Indonesia era akhir 1950an awal 1960an. Ciri khas rekaman-rekaman genre tersebut di rentang era itu: musiknya simpel tapi elegan, dengan vokal polos anak kecil (tak jarang beramai-ramai), biasanya memakai teknik satu suara (eenstemmig). Teknik satu suara ini sengaja dipilih karena anak-anak usia 5-10 tahun biasanya belum paham soal do-re-mi dan variannya, tapi justru karena itu polosnya otentik. Orkes pengiringnya profesional, tapi saat beraksi mereka bisa menahan diri, tanpa harus pamer skill nan njlimet—para maestro itu tahu betul bahwa porsi utama tetap di vokal bocah-bocah. Paling banter, saat jeda pendek setelah reff #1 dan/atau reff #2, ada petikan melodi yang sedikit lebih maju ke depan, itu pun cuma sebentar sebelum disambar lagi oleh vokal. » Read the rest of this entry «

Paman Bob Bertambah Tua

May 24th, 2016 | 0

BobDylan_ICantSing

Baru ngeh kalau hari ini umur Bob Dylan resmi menyentuh angka 75. Buset, udah tiga perempat abad aja sob. Langsung saya mau bahas soal ini ke Rani yang kayaknya bahkan nggak ingat sama sekali, tapi ternyata dia sudah tidur. Jadilah saya ketik-ketik saja teks whatsapp ke handphone-nya, meski saya sedang berbaring di sebelahnya, supaya nanti pas dia bangun dia bisa langsung baca. Rani adalah penggemar nomor satu Bob Dylan yang pernah saya kenal. Mengoleksi album rekamannya, buku, poster, film, dan pernak-pernik lainnya tentu hal biasa, namanya juga fans, » Read the rest of this entry «

Migala / Antony and The Johnsons / soap&skin

May 11th, 2016 | 0

Migala_CD

Migala – Asi Duele Un Verano
(CD, Acuarela, 1999)

Seperti hendak menguji ulang bagaimana melankolia mampu menyeruak di antara musik yang melintasi batas-batas logat bahasa, band indie rock Spanyol ini bermain-main dengan bunyi instrumen yang digubah sedemikian rupa dan suara-suara tambahan yang membuatnya lebih sendu. Apakah nada-nada kaku dari piano gospel dan peluit kapal (!) di nomor pembuka “Wait The Ships Come Back”, suara gitar tipis dan sayup-sayup theremin di beberapa track lainnya berhasil menghadirkan perasaan melankolis itu? Di “Gurb Songs”, komposisi terpanjang sekaligus terkuat di album ini, kesenduan hadir dalam wujud lain: narasi spoken words. Lagu yang ditulis berdasarkan beberapa bait puisi dari penyair Amerika Tim Dlugos ini adalah kisah romansa berumur pendek dengan banyak metafora, » Read the rest of this entry «

Are We Real? What Is Real?

April 25th, 2016 | 0

Selain lirik “..all my favorite singers couldn’t sing…“—yang bisa jadi sekaligus menunjuk ke diri Berman sendiri, si pentolan band aras-arasen yg satu tongkrongan bareng Malkmus—kalimat kesukaan saya di lagu ini adalah pitakon asem, » Read the rest of this entry «

Kabar Mandasia untuk Kita Semua!

March 13th, 2016 | 0

MANDASIA_BWnet_still

SCENE #01.

“Aku curiga, Kitab #‎RadenMandasia itu sebenarnya sudah selesai ditulis sejak berabad-abad silam (ya, persis seperti dugaanmu, Prabu Yusi MacLeod itu sebangsa highlander Melayu yang tak mati-mati), namun bisa jadi ada kendala teknis yang menyulitkan, seperti harga daun lontar yang tak kunjung stabil, atau pageblug raya berkali-kali melanda pesisir utara wilayah kekuasaannya (diduga ada sabotase). Setelah kertas ditemukan di timur jauh, » Read the rest of this entry «

#memeception

March 10th, 2016 | 0

Meme_RanggaCinta_AADC2_memeception_still

Turut meramaikan parade meme Rangga Cinta #AADC2 di dunia maya akhir-akhir ini, » Read the rest of this entry «

Menyaksikan The D.R.O.O.G.S.,
10 Tahun yang Lalu

March 7th, 2016 | 0

TheSIGIT_PasarSeniITB_2006

“Please atuh euy, kita mah beda sama yang tadi itu…” Kira-kira semacam itulah kalimat yang dia ingat meluncur dari mulut Rekti Yoewono, yang tampak kesal di atas panggung. Frontman The S.I.G.I.T. itu baru saja menghentikan permainan musiknya lantaran massa terlalu brutal, terutama cowok-cowok abege yang berdesak-desakan di bibir panggung utama Pasar Seni ITB 2006. Entah dari SMP/MTs/SMA/SMK mana saja gerombolan remaja tanggung itu berdatangan, » Read the rest of this entry «

Ngumbah Keris

February 29th, 2016 | 0

KamusIndonesiaDjawa

Ora ana udan ora ana angin, lha kok ujug-ujug kangen guneman nganggo basa Jawa. Apa merga dina iki tanggal sangalikur pebruari sing mung kedaden saben patang taun pisan, itu masih menjadi misteri. Halah. Arepa wis krasan nang Kulon nganti pirang-pirang taun, ilatku iki sakjane isih fasih nggedebus cara Jawa. Kamus kuna sing dak poto nang ngisor iki kasusun dening Raden Sasrasoeganda taun 1913. Jinguk, bukune wis satus taun punjul umure. Nanging edisi iki ketoke dudu sing cetakan pertama, » Read the rest of this entry «

  • Kutipan Hari Ini

    "Tetapi hati saya agak goyah. Saya telah menjawab yang tidak sebenarnya. Di tengah jalan, memang, saya ada mendengar sayup-sayup bunyi tengteng yang amat jauh, yang telah membawa asosiasi saya kepada anak-anak di rumah, ketika mereka memukul-mukul tempayan yang barusan saya beli." ~ dari cerpen "Hujan Terus Menderu".

    "..kulupa bahwa aku seorang yg latah, INGIN BERBEDA AKHIRNYA MIRIP SEMUA!"
  • Kategori

  • Respons Mutakhir

  • .