Syair Kehidupan untuk Seruni

January 29th, 2017 | 0

LaguUntukSeruni_Foto1

Kancah perfilman negeri ini tercatat memiliki aktor watak bernama Tio Pakusadewo, dan menelisik perjalanan karirnya, pria kelahiran 1963 itu berhasil meraih Piala Citra pertamanya sebagai aktor terbaik di film Lagu Untuk Seruni (1991). Di film besutan sutradara Labbes Widar yang oleh kritikus JB Kristanto disebut-sebut mirip film lawas Hollywood Kramer vs. Kramer ini Tio berperan sebagai seorang komponis idealis, » Read the rest of this entry «

Surat untuk Sdr. Harlan

January 24th, 2017 | 0

CD_Harlan_4_EP
Nomor: BINFOLK.01/06/01/2017
Perihal: Permohonan Stok Tebu

Bandung, Jumat Legi 6 Januari 2017

Bung Harlan di Tebet,

Bersama surat ini hendak saya kabarkan, selain bahwa saya dalam keadaan sehat walafiat, semoga Bung dan keluarga pun demikian adanya; sejujurnya mendengarkan lagu-lagu Bung kerap membuat saya tercenung. Bahkan bersedih. But in a good way, saya kira. Kenapa bisa begitu, saya sendiri kurang tahu. Manusia sering bermuram durja tanpa alasan jelas, layu bagai tanaman pot lupa disiram, tapi khusus untuk kasus Bung saya harus mengaku bahwa saya pernah mencoba cari tahu sebab musababnya. Boleh jadi segala rasa nglangut itu (bhs. Jawa: “terhanyut intens, dirundung senyap, teramat murung”) muncul dari nada-nada sendu yang seolah melintas tanpa permisi, » Read the rest of this entry «

Jad Fair + Kramer = Kelar Hidup Lo.

January 18th, 2017 | 0

JadFair_Kramer

Album eksperimental bersahaja (haha!) ini keluar saat saya masih duduk di kelas 2 SD dan sedang senang-senangnya menyiksa pita kaset Bayu Bersaudara yang populer banget waktu itu dengan memutar berulang-ulang seperti orang gila hits terbesar mereka (dan satu-satunya) “Kring Kring Goes Goes” keras-keras—yang setelah dipikir-pikir lagi memang trippy as f*ck dan telak bikin koleganya, yakni sesama lagu bertema sepeda, “Bike” di The Piper at the Gates of Dawn langsung jadi seperti lagu Disney saja. Saat saya beranjak remaja, Jad Fair, sang ruh sejati legenda art punk Half Japanese, adalah salah satu pahlawan terbesar saya, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .06 – Djaikem en Samijem: Langendrian

December 13th, 2016 | 0

Ada satu buklet tua dari era pra-kemerdekaan di arsip pribadi saya, judulnya “Columbia Origineele Opname In de Dhâlem van de Astana Mangkoenegaran Soerakarta”. Meski bertajuk bahasa Belanda, kebanyakan teks di dalamnya berbahasa Melayu dengan ejaan Van Ophuijsen. Tahun terbit persisnya tidak tercantum di dokumen tipis 12 halaman tersebut, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .05 – Suk Kapan

December 10th, 2016 | 1

Video ini adalah kiriman Paman Yusi Avianto Pareanom. Menurutnya, ini lagu pop Jawa Is Haryanto yang paling dia suka. “Pernah dinyanyikan Titik Sandhora dan Mus Mulyadi,” ujarnya sendu, “Tapi paling enak ya versi Arie Koesmiran ini. Lagu paling sedih sepanjang masa.” Wuidih, atos ndes… Maka Klab Yu Tub kesayangan kita semua kembali hadir untuk membahas video kiriman dari Depok ini, sambil kirim-kirim salam dengan ucapan, “Met siang aja.” » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .04 – Kuda Lumping

December 10th, 2016 | 0

The killer track in this field-recording compilation is “Kuda Lumping”, side A track 4. Originally written by King Rhoma Irama and popularized by Queen Elvy Sukaesih, the dangdut song turns into an uptempo post-punk version, interpreted by a group of buskers comprises two female singers (the lead singer is also lead guitarist, the other one plays tambourine) and a kendang player. They embrace the anyone-can-do-it idea of nontechnique, the complete absence of production polish, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .03 – Te Kate Dipanah

December 10th, 2016 | 0

“..te kate dipanah/ dipanah ngisor nggelagah/ ana manuk onde-onde/ mbok sri bombok mbok sri kate/ mbok sri bombok mbok sri kate..” Jika dalam bahasa Indonesia lirik tersebut bunyinya kurang lebih demikian: “..ayam kate dipanah/ dipanah di bawah pohon gelagah (sejenis alang-alang tebu)/ ada burung onde-onde (?)/ mbok sri bombok mbok sri kate..” Larik terakhir tak bisa diterjemahkan, saya duga itu semacam permainan nama belaka, racauan tanpa makna yang mungkin masuknya ke ranah lingua poetica, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .02 – Tahun 2000

December 10th, 2016 | 0

Nasida Ria, a prolific all-female qasidah band from Semarang, wrote a prophetic song in 1986 called “Tahun 2000” (“The Year 2000”). The song begins with some ephemeral UFO-like soundscapes from its cheesy organ chords, and jerks its way along with strangely hypnotic suling lines behind kendang beats, and biola kembar tunes—reminiscent of John Cale’s VU early works (I’m kidding!). The lyrics predict the not-too-distant future through their bleaks visions: » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub .01 – Utuk-utuk Ublung-ublung

December 10th, 2016 | 0

Ya ampun, gembira betul saya, akhirnya ada juga yang mengunggah lagu ini ke dunia maya. Dengan demikian kita semua, termasuk para alien kurang kerjaan yang selalu mengintai dari atas sana, bisa sama-sama bergembira menikmatinya. Perkenalkan ini Doel Kamdi, si arek gemblung pentolan Blo’on Group. Di nomor seru ini cuek saja doi meleburkan nada-nada lagu dolanan yang nostalgic dengan sentuhan psychedelic sound dari sirkus rock luar angkasa, » Read the rest of this entry «

Klab Yu Tub: Salaman Ndhisik, Ndes…

December 9th, 2016 | 0

simonreynolds_youtube

Perkenalkan, ini rubrik baru namanya Klab Yu Tub. Ini adalah ikhtiar kesekian setelah upaya sok-sokan bikin rubrik-rubrik rutin di blog ini hampir selalu gagal total. Rubrik #5erbaLima dan #CatatanIsengHari Ini, misalnya, masing-masing hanya bertahan 2 episode. Yang paling mending cuma rubrik #KasetHariIni, itupun karena terpaksa dan ditarget ketat. Ah ndak papa lah, » Read the rest of this entry «

  • Kutipan Hari Ini

    "Tetapi hati saya agak goyah. Saya telah menjawab yang tidak sebenarnya. Di tengah jalan, memang, saya ada mendengar sayup-sayup bunyi tengteng yang amat jauh, yang telah membawa asosiasi saya kepada anak-anak di rumah, ketika mereka memukul-mukul tempayan yang barusan saya beli." ~ dari cerpen "Hujan Terus Menderu".

    "..kulupa bahwa aku seorang yg latah, INGIN BERBEDA AKHIRNYA MIRIP SEMUA!"
  • Kategori

  • Respons Mutakhir

  • .