Bu Siti vs. Pak Chaplin

February 4th, 2016 | 0

Extra-Nona-Siapa-78rpm_still
“EXTRA NONA SIAPA”, dinjanjiken oleh SITI MOEDJENAH dengen POPULAIR JAZZ BAND. Tjap Banteng Paling Merdoe, diduga rilisan sekitar akhir 1930an.

Grammofoonplaat 78rpm ini saya temukan dalam kondisi kurang menggembirakan, teronggok kotor bersaput debu dan berlapis tanah (!), tapi selalu ada firasat tertentu untuk bersikeras membawanya pulang. Setelah dibersihkan sampai kondisi maksimal yang paling memungkinkan, sambil deg-degan saya putar plat tua yang boleh jadi umurnya sudah hampir 80 tahun itu di rumah. Sayup-sayup di awal lagu terdengar suara pria berlogat Jawa memperkenalken lagu ini, kira-kira begini kalimatnya, “…Nona Siapa, terbikin oleh Populair Jazz Band…” Setelah itu mengalunlah intro-nya, » Read the rest of this entry «

Kharisma Alam

January 20th, 2016 | 0

KharismaAlam

Tampak pada foto di atas, R. Bambang Hendrasto, alias Bambang Tondo, frontman/mastermind kelompok musik Kharisma Alam, berpose dengan tiga perempuan blasteran yang menjadi backing vocal-nya: Babsye, Debbie, Patty. Di foto langka yang dijepret pada 1978 ini mereka mengenakan kaos band (!) bertuliskan judul debut cemerlang mereka: Sketsa Seni Musik. Kenapa album yang direkam di Yoan Studio milik Enteng Tanamal itu dijuduli “Sketsa Seni Musik”, menurut pengakuan Bambang—yang juga adalah adik bungsu dari Tanty Josepha, istri dari Enteng—frase itu berarti bahwa “…penggarapan musik dan lirik mereka sebenarnya masih merupakan sketsa saja, » Read the rest of this entry «

Andetja Andetji

January 20th, 2016 | 0

AndetjaAndetji

Jauh sebelum Kasino Warkop DKI dan Sule dkk membawakan cover version-nya, Oslan Husein pertama kali menyanyikan lagu “Andetja-Andetji” ciptaannya sendiri (diiringi oleh orkes pimpinan Jack Lemmers) di film Kasih Tak Sampai (1961). Film yang disutradarai Turino Djunaidy tersebut dibintangi oleh penyanyi Upit Sarimanah, yang berperan sebagai seorang pembantu bernama Iyem, » Read the rest of this entry «

Kemarin Mudik

January 4th, 2016 | 1

PemeanNangSumur

Dingklik mungil itu rasa-rasanya sudah ada sejak saya dulu masih bocah. Demikian pula sapu lidi di sebelahnya, hanya ukurannya kini menyusut. Bapak biasa memakai sapu itu untuk menyapu halaman, sambil sarungan dan berkaos sporot, sementara saya sibuk memunguti jambu kamplok dan belimbing wuluh yang jatuh-jatuh, » Read the rest of this entry «

Bubi di Amerika

October 27th, 2015 | 0

Bubi-di-Amerika_kaset

Salah satu rilisan Hidayat Records paling favorit saya (selain Musik Akustik – Monticelli Club) ini masih ada stiker harga yang menempel di punggung covernya, Rp 2.000. Saya kurang tahu itu harga kapan, apakah harga asli ketika pertama kali kaset tersebut dirilis pada November 1984, atau harga setelahnya. Mungkin ada yang punya infonya? Saya membelinya beberapa waktu lalu dalam kondisi bekas tapi mulus, dengan harga beberapa kali lipat dari nominal di stiker itu tentunya. Ilustrasi sampul kaset ini kocak: » Read the rest of this entry «

Jeruk Kok Makan Orange?

October 21st, 2015 | 0

Intisari-Jeruk

Kebetulan sehabis santap siang tadi saya makan jeruk. Warna oranye-nya cerah menggoda, tekstur kulitnya mrengkel-mrengkel gimanaa gitu, minta dibahas banget. Setelah dikupas dan daging buahnya saya emplok, rasa asem-manis-segar-nya langsung lumer di belantara gigi dan gusi, digerus dan dilumat, » Read the rest of this entry «

Street Musicians of Yogyakarta

October 15th, 2015 | 0

StreetMusiciansOfYogyakarta_vinyl

The killer track in this field-recording compilation is “Kuda Lumping”, side A track 4. Originally written by King Rhoma Irama and popularized by Queen Elvy Sukaesih, the dangdut song turns into an uptempo post-punk version, interpreted by a group of buskers comprises two female singers (the lead singer is also lead guitarist, the other one plays tambourine) and a kendang player. They embrace the anyone-can-do-it idea of nontechnique, » Read the rest of this entry «

Kwartet Jaya

October 15th, 2015 | 0

KwartetJaya_vinyl

Piringan hitam ini lumayan niat untuk ukuran album lawak: double plat! Sepertinya Remaco memang mendukung penuh Kwartet Jaya (yang kali ini mengusung formasi Eddy Sud, Mang Udel, Kris Biantoro), sehingga di menit-menit awal side A album ini sudah langsung terdengar kalimat pembuka nan gagah: “Remaco mempersembahkan..” Karena durasinya cukup panjang hingga dua plat, » Read the rest of this entry «

Bulan Bersegi Tiga

October 15th, 2015 | 0

OST-Film-Rano-Karno_vinyl

Rano Karno, a former child prodigy, starred in Romi dan Juli (1974), an Indonesian film whose story and characters remind us of Shakespeare’s classic work and the 1970’s Love Story blatant rip-off. At side B track 2, a 14-year-old Rano sings “Bulan Bersegi Tiga”, » Read the rest of this entry «

Tahun 2000

October 13th, 2015 | 0

NasidaRia_Tahun2000_vinyl

Nasida Ria, a prolific all-female qasidah band from Semarang, wrote a prophetic song in 1986 called “Tahun 2000″ (“The Year 2000″). The song begins with some ephemeral UFO-like soundscapes from its cheesy organ chords, » Read the rest of this entry «

  • Kutipan Hari Ini

    "Tetapi hati saya agak goyah. Saya telah menjawab yang tidak sebenarnya. Di tengah jalan, memang, saya ada mendengar sayup-sayup bunyi tengteng yang amat jauh, yang telah membawa asosiasi saya kepada anak-anak di rumah, ketika mereka memukul-mukul tempayan yang barusan saya beli." ~ dari cerpen "Hujan Terus Menderu".

    "..kulupa bahwa aku seorang yg latah, INGIN BERBEDA AKHIRNYA MIRIP SEMUA!"
  • Kategori

  • Respons Mutakhir

  • .